Cuaca Buruk, Nelayan Diimbau Tak Nekat Melaut

SEMARANG (Asatu.id) – Nelayan berusaha tak melek saat cuaca buruk. Sebagai gantinya, mereka meminjamkan bekal keterampilan dan usaha sampingan, selama musim baratan yang telah diberikan pemerintah.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jateng, Fendiawan Tiskiantoro mengatakan, pihaknya melakukan hubungan terkait informasi cuaca buruk. Informasi yang dikirimkan kepada nelayan, bukan saja dikirim oleh media sosial.

“Informasi terkait cuaca, angin dan gelombang tinggi ke nelayan sudah kami sampaikan ke paguyuban nelayan, pemilik kapal, dan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia,” katanya, saat konferensi pers di Gedung A Lantai 1 Kantor Gubernur Jawa Tengah, Rabu (15/1).

Fendiawan tak menampik cuaca buruk yang memengaruhi aktivitas nelayan untuk melaut. Sebanyak 171.064 nelayan di provinsi ini atau sekitar 80 persen tak melaut saat cuaca buruk. Hal itu juga menyulitkan pada hasil tangkapan ikan nelayan yang mengalami penurunan sebesar 40 persen.

Sebagai bentuk diversifikasi selama musim paceklik, DKP telah melakukan berbagai pelatihan untuk nelayan. Antara lain, pelatihan pembuatan bioflok, pemberdayaan wanita nelayan dan pemberdayaan wanita pesisir. Tujuannya, untuk menambah nilai tambah ekonomi keluarga, saat musim ombak tinggi tanpa masalah.

“Pemberdayaan wanita nelayan, dilakukan dengan memberi pelatihan kepada para istri nelayan yang terkait dengan pembuatan ikan menjadi abon dan sebagainya. Sifatnya kelompok,” tuturnya.

Ia mencontohkan, program tersebut pada tahun lalu dilakukan di Pelabuhan Perikanan Pantai (P3) Tawang Kendal dan Logending Kebumen. Selain bantuan pelatihan, bantuan penyesuaian kotak pengawet ikan atau coolbox. Selain memberikan pelatihan, beberapa daerah memberikan bantuan berupa beras untuk nelayan.

Ditambahkan, bentuk perlindungan lain untuk petani, juga diberikan dalam bentuk asuransi. Sejak 2019 lalu Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah meluncurkan program Asuransi Nelayan. Pada 2019 telah diberikan 10.000 kuota bagi nelayan. Hal serupa juga akan diberikan tahun ini, di mana asuransi disponsori menyasar 10 ribu nelayan.

“Tahun ini juga akan ada Bantuan Premi Asuransi Perikanan (BPAN) dari Kementrian Kelautan dan Perikanan, sebanyak 11.500 nelayan. Sementara pada tahun lalu, program ini menyasar 8.374 nelayan,” terang Fendiawan.

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *