Kasus Pemaksaan Jilbab di Sragen, Ganjar Kedepankan Persuasi Siswa

SEMARANG (Asatu.id) – Kasus teror yang dialami Z, salah satu siswi SMAN I Gemolong Kabupaten Sragen karena tidak memakai jilbab menjadi perhatian serius Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Ganjar meminta, semua pihak saling menghormati satu dengan lainnya.

Hal itu disampaikan Ganjar melalui akun twitternya, @ganjarpranowo. Dalam akun tersebut, Ganjar mengatakan akan mengedepankan persuasi, dengan cara mengajak bicara siswa, guru dan orang tua siswa terkait hal itu.

“Banyak yang tanya kepada saya soal teror WA ke siswi tak berjilbab di SMAN I Gemolong Sragen. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan akan klarifikasi ke sekolah. Mari kita hormati dan saling belajar dengan baik, tidak memaksa apalagi meneror,” tulis Ganjar dalam akun twitternya @ganjarpranowo.

“Saya akan ajak bicara siswa, guru dan ortu,” tambah gubernur berambut putih itu.

Cuitan tersebut mendapat respon dari berbagai kalangan. Beberapa netizen mendukung langkah Ganjar untuk menyelesaikan persoalan itu secara persuasif.

“Setuju Pak Gub, kedepankan persuasi. Masih anak-anak masih bisa diarahkan. Tapi yang menjadi perhatian kenapa siswa-siswa ini bisa punya pemikiran seperti itu, siapa yang menginput pemikiran seperti itu. Guru kah atau ada pembimbing dari luar sekolah yang jadi virus tidak baik. Semoga bisa ditelusuri,” balas akun @jatengpedia.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *