Cerita Jembatan Kesesi dan Viralnya Sosok Guru Honorer

PEKALONGAN (Asatu.id) – Jembatan Kesesi yang berlokasi di Jalan Kesesi, Kauman, Pekalongan, memiliki cerita tersendiri di antara tiga jembatan penghubung Pekalongan – Pemalang yang diresmikan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Selasa (7/1).

Selain meresmikan jembatan Kesesi, dalam waktu bersamaan Ganjar juga meresmikan jembatan Kalikeruh dan Polaga. Untuk jembatan Kesesi sepanjang 160 meter, dibangun selama 2018 – 2019 dengan anggaran provinsi sebesar Rp 42 miliar.

Jembatan Kesesi mengalami ambrol pada 2018 silam. Akibatnya jalur penghubung Desa Medayu Kecamatan Watukumpul Pemalang dengan Desa Loragung Kecamatan Kandangjaran Pekalongan lumpuh.

Pertama kali Ganjar menerima laporan soal jembatan ambrol tersebut dari Atik Dyah Prastuti, guru honorer SDN 02 Cawet, Kecamatan Watukumpul Pemalang.

Bahkan Atik, yang saat itu mesti merayap menyeberangi sungai untuk ngajar, viral di media sosial. Setelah dibangunkan jembatan darurat, pada tahun anggaran 2019 Ganjar menurunkan bantuan keuangan untuk membangun jembatan Kalikeruh secara permanen.

“Saya masih ingat, dulu yang lapor ke saya guru. Tadi juga sudah WA ke saya. Tolong dirawat. Ini mahal sekali. Ini duitnya rakyat yang mesti kita pertanggungjawabkan bersama-sama,” pesan Ganjar usai peresmian.

Ganjar mengatakan, pembangunan jembatan tersebut menjadi bentuk kerja bareng antara Pemprov, Pemkab dan masyarakat. Dengan jalinan penanganan bencana seperti itu, Ganjar mengatakan berbagai bencana di Jawa Tengah bisa teratasi.

“Kalau sudah bencana, jangan saling menyalahkan. Karena pasti ada sangkut-pautnya. Jangan menyalakan yang penting kita gotong royong bersama-sama,” katanya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *