PMI Jateng Siagakan Personel dan Posko Hadapi Banjir

SEMARANG (Asatu.id) – Hujan disertai angin kencang yang melanda sejumlah daerah di Jawa Tengah, menjadi perhatian lembaga kemanusiaan Palang Merah Indonesia (PMI) Jawa Tengah.

Kesiapsiagaan anggota dan posko diharapkan mampu memberi bantuan cepat jika terjadi bencana.

Sarwa Pramana, Kepala Bidang Penanggulangan Bencana PMI Jateng, dalam sidak ke sejumlah posko PMI di jalur pantura menjelaskan.

Tidak saja bencana yang datang bersamaan dengan datangnya musim penghujan, namun wilayah Pantai Utara Jawa juga harus menghadapi potensi munculnya bencana air rob.

“Kesiapsiagaan personel maupun peralatan menjadi sangat perlu. Kecepatan informasi diharapkan mampu membuat bantuan akan lebih cepat dan tepat sampai ke lokasi bencana,” ungkap Sarwa.

Tidak saja posko di lapangan, namun PMI di Pantura diharapkan juga mempersiapkan markas untuk jadi posko atau tempat penampungan sementara saat terjadi bencana.

“Hujan disertai angin bisa datang kapanpun. Maka kesehatan fisik anggota pun harus dijaga sehingga bisa lebih siap saat memberikan bantuan,” tambahnya.

Pengecekan Posko Penanggulanagan Bencana, dilakukan PMI Jateng ke sejumlah Kabupaten Tegal, Kota Tegal, Kabupaten Brebes, Kabupaten Pekalongan, Kota Pekalongan, dan Kabupaten Batang.

“Awal tahun 2020 disejumlah daerah didominasi informasi banjir dan angin puting beliung. Maka personel harus lebih siap baik secara fisik maupun peralatan. Untuk memastikan PMI Jateng datang ke markas dan posko jangan tidak saja posko yang mungkin jadi tempat pengungsian, kita juga siapkan jika markas jadi tempat mengungsi jika terjadi bencana,” tambah Sarwa usai mengecek markas dan posko PMI Pemalang.

Alat komunikasi seperti HT menjadi sangat penting untuk menyampaikan komunikasi dari lokasi ke posko. Karena sinyal bisa saja terputus saat listik terputus.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *