Gmedia Gelar Sharing Session Media Sosial

SEMARANG (Asatu.id) – Social media atau media sosial merupakan salah satu dari banyaknya teknologi web yang berhasil menyita waktu penggunanya.

Ini bisa dilihat dari kebiasaan manusia yang tidak bisa lepas dari media sosial, meskipun itu hanya sekedar melihat-lihat saja atau aktif membuat konten ataupun sekedar komentar. Banyak para pebisnis yang ingin meningkatkan penjualan melalui media sosial.

Ada beberapa cara yang dilakukan biasanya menjadi bomerang terhadap dirinya sendiri. Semisal user memiliki banyak teman di media sosial, lalu karena trend promosi di media sosial, user ikut-ikutan tanpa tahu strateginya untuk berpromosi, jadilah akun yang tidak teratur dimana posting berlebihan, serta isi konten yang tidak menarik.

Dari permasalahan yang terjadi, official partner dari katakopi & mangko’kuy, Gmedia, menggelar acara Sharing Session pada hari Rabu, 11 Desember 2019, dengan tema “Social Media Strategist” dalam rangka Road to Grand Opening katakopi & mangko’kuy.

Acara dimulai pada pukul 18.00 WIB dan berakhir pada pukul 21.30 WIB. Total ada 80 peserta yang mengikuti Sharing session. Peserta membayar biaya registrasi sebesar Rp 10.000,- dan mendapatkan satu produk dari katakopi serta sertifikat.

Sharing session “Social Media Strategist” yang diselenggarakan di lantai 2 katakopi & mangko’kuy yang beralamat di Jalan Singosari Raya no 79A ini, menghadirkan Addi Ippe Co Founder impala space, Rizal bigjoy CEO PT Republik Digital Solusindo, dan Irvan Subekti, B.A. founder & Creative Director Is Creative.

Addi Ippe menjelaskan bagaimana pentingnya kita selalu kepo untuk melakukan dan memulai sesuatu hal

“Start with why. Kenapa. Kenapa ini bisa lucu ya? Kenapa ini bisa viral ya? Kenapa bisa beda ya? Jadi kenapa ini kalian harus tanamkan di otak kalian”, kata Ippe.

Hal tersebut juga sejalan dengan materi yang disampaikan Rizal bigjoy. Namun, Rizal lebih membeberkan bagaimana pengaruh influencer terhadap sebuah brand di sosial media.

“Masing-masing brand itu punya karakternya sendiri. Tinggal kita lihat, brand itu hanya ingin traffic nya ramai, apa penjualannya ramai. Influencer pun punya followers yang hanya bikin traffic ramai, dan ada yang bikin penjualannya ramai”, imbuh Rizal.

Sedangkan Irvan Subekti, lebih menekankan design sebuah produk itu sangat penting di sosial media.

“Jadi tidak asal. Kita harus tau brand kita mau dibawa ke arah yang seperti apanih. Family kah, remaja kah, anak-anak kah, mamah-mamah muda kah. Kita harus menyesuaikan selera mereka. Suka warna pink, suka design yang abstrak dan lain-lain”, ujar Irvan

Harapannya dengan adanya materi “Social Media Strategist” ini dapat memberikan pengetahuan kepada masyarakat umum bagaimana penting nya strategi yang benar di media sosial untuk menunjang bisnis yang sedang dijalankan. Dengan begitu para peserta yang mengikuti Sharing Session ini dapat memperbaiki citra atau bahkan mulai membuat konten-konten yang bermanfaat sesuai dengan brand image yang diinginkan.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *