Rumahnya Sudah Layak Huni, Jinem Tambah Semangat Jualan Pecel

BANJARNEGARA (Asatu.id) – Bantuan perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH) yang menjadi program Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali memberikan dampak langsung bagi penerimanya. 

Salah satunya Jinem, warga Desa Sipedang, Kecamatan Banjarmangu, Kabupaten Banjarnegara. Rumah berdinding kayu dan berlantai tanah telah diubah menjadi lebih bagus.

“Ini adalah rumah Bu Jinem, Alhamdulilah sudah dibangun. Pembangunan ini bagian dari program satu SKPD satu desa binaan, salah satunya adalah pemberian bantuan RTLH,” kata Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen saat mengunjungi rumah Jinem, Jumat (6/12) sore.

Wagub didampingi Kepala Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah Sujarwanto Dwiatmoko juga menyempatkan melihat sudut demi sudut rumah baru milik Jinem. Wagub mengapresiasi Jinem yang setiap harinya berjualan pecel dan gorengan, serta anak Jinem yang punya semangat untuk berusaha lepas dari kemiskinan.

“Bu Jinem ini hebat, kalau pagi berjualan pecel. Anaknya juga hebat karena tidak malu mengembangkan usaha, tadi saya lihat di belakang ia pelihara ayam Bangkok,” ungkap pria yang akrab disapa Gus Yasin ini.

Saat berdialog dengan Wagub, Jinem mengaku ayam itu memang punya anaknya. Ayam itu sengaja dipelihara biar bisa dapat dijual kalau sudah besar untuk tambahan penghasilan.

“Anak saya kerja jadi penjaga di kantor desa. Katanya ayamnya ini nanti kalau bisa dijual buat beli HP, ia tidak punya HP,” ujarnya polos.

Terkait pembangunan rumah itu, Jinem mengaku dikerjakan sendiri dengan anaknya. Juga dibantu oleh tukang dan warga di sekitarnya.

“Terima kasih sudah dibantu memperbaiki rumah saya,” ucap Jinem.

Selain RTLH, Wagub juga sempat mengunjungi rumah yang mendapat bantuan jambanisasi. Rumah itu berada di tengah kebun buah salak. Selain jamban, Dinas ESDM juga memberi bantuan berupa listrik murah.

“Untuk RTLH, dari provinsi ada tiga warga yang mendapat bantuan, sisanya ada yang dibantu oleh CSR. Sementara untuk jamban ada 30 rumah yang dibantu oleh CSR, tetapi masih ada PR sekitar 130 rumah yang akan dikurangi akhir bulan ini. Penggarapan nanti dilakukan oleh TNI dan saya harap juga Linmas dan Karang Taruna yang gotong royong,” beber Gus Yasin.

Mantan anggota DPRD Jateng ini menambahkan, Desa Sipedang ternyata juga memiliki potensi yang sangat besar. Desa itu mulai membangun wisata dan mengolah buah salak. Kesadaran untuk mengembangkan wisata itu perlu didorong untuk mengentaskan sekitar 443 warga yang masuk kategori miskin.

“Potensi bagus ini karena bisa membangun wisata. Artinya jiwa wisata yang ada ini kita dorong. Kita pahamkan bahwa Bumdes harus dilegalformalkan. Diurus ke Kemenkumham sehingga nanti setelah disertamodalkan bisa kembali ke desa lagi untuk pembangunan desa,” katanya.

Sementara itu Pj Kepala Desa Sipedang, Mahud, mengatakan potensi wisata yang digarap diberi nama Punda Lestari Sipedang (Pulas). Dalam Pulas tersebut akan ada taman untuk wisata swafoto dan juga ada pojok 234 toga.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *