Optimalisasi Produksi Pangan, Pemprov segera Terapkan Sistem Logistik Daerah

SEMARANG (Asatu.id) – Penjabat Sekda Jateng, Herru Setiadhie mengatakan, Rakor menjelang Natal dan Tahun Baru mempunyai nilai penting sehingga Pemerintah Provinsi Jawa Tengah selalu menyelenggarakannya setiap tahun.

Rakor menjadi sarana strategis untuk diskusi, sharing, evaluasi sekaligus mencari solusi atas masalah perdagangan dan logistik pangan di Jateng.

Hal itu disampaikan Herru pada kegiatan Rakor Hari Besar Keagamaan Nasional Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 di Wisma Perdamaian, Kamis (5/12).

“Pemprov Jateng terus bekerja untuk menstabilkan harga bahan pokok. Berbagai inovasi sudah kami kembagkan seperti meluncurkan aplikasi Sihati, Regopantes, Oregano, Geotaging, dan kartu tani. Kami berhasil menjamin ketersediaan bahan pokok, peningkatan produksi, kelancaran distribusi dan kecukupan pasokan,” kata Herru.

Herru menambahkan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga akan segera menggunakan Sistem Logistik Daerah sebagai upaya optimalisasi produksi pangan di Jateng. Melalui sistem tersebut, semua produk olahan pangan akan dapat terdata dengan baik.

Rakor Hari Besar Keagamaan Nasional Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 tersebut juga dihadiri Dirjen Perdagangan Dalam Negeri, Suhanto dan Kepala Bulog Divre Jateng, Basirun.

Basirun membeberkan, stok beras PSO maupun beras komersial di gudang bulog saat ini sebanyak 210 ribu ton. Jumlah tersebut sangat besar karena saat ini Bulog sudah tidak lagi melayani pengeluaran rutin berupa beras sejahtera.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *