Akhir Tahun, Pemprov Jateng Antisipasi Lonjakan Harga

SEMARANG (Asatu.id) – Memasuki libur Natal dan Tahun Baru, kebutuhan konsumsi masyarakat cenderung meningkat. Peningkatan tersebut harus diwaspadai dengan memastikan kecukupan stok pangan dan menjaga stabilitas harga.

“Tiga tahun berturut-turut Kementerian Perdagangan bisa menjaga harga bahan pokok dengan stabil, dan inflasi tidak sampai melebihi target nasional. Kami harapkan Jateng tahun ini juga betul-betul bisa menjaga inflasi. Tadi saya dapat laporan dari Pak Kadis (Kadisperindag Jateng Arif Sambodo – Red), bahwa inflasi Jateng sekarang 2,79 di bawah nasional,” kata Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Suhanto pada kegiatan Rakor Hari Besar Keagamaan Nasional Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 di Wisma Perdamaian, Kamis (5/12).

Suhanto senang, stok bahan pokok di Jateng sampai saat ini masih aman dan harganya stabil. Meski begitu, pihaknya akan tetap menurunkan tim yang anggotanya gabungan dari pusat, provinsi, kabupaten/kota dan satgas pangan.

Tim akan turun selama lima hari menjelang Natal nanti. Tujuannya, untuk dapat melakukan tindakan secara cepat apabila di lapangan ditemukan gejala bahan pangan mulai berkurang dan harganya mulai naik.

“Jika ditemukan stok bahan pokok kurang dan harganya naik, pemerintah pusat bekerja sama dengan pemerintah daerah akan mengambil langkah untuk memenuhi. Kami punya data kebutuhan bahan pokok di setiap provinsi, jadi kami akan menggerakkan melalui para pelaku usaha dari daerah yang stoknya surplus, ke daerah yang stoknya minus,” terangnya.

Kepala Bulog Divre Jateng Basirun membeberkan, stok beras PSO maupun beras komersial di gudang bulog saat ini sebanyak 210 ribu ton. Jumlah tersebut sangat besar karena saat ini Bulog sudah tidak lagi melayani pengeluaran rutin berupa beras sejahtera. Untuk ketersediaan minyak goreng 78.006 liter, tepung terigu 60,4 ton dan daging beku 21,3 ton.

“Dengan kondisi seperti ini, tugas kami paling tidak ada tiga, yaitu memastikan ketersediaan, stabilitas harga dan keterjangkauan. Beberapa komoditas, khususnya beras, kami sudah melakukan pengadaan di 2019 sebanyak 147 ribu ton. Stok di Jateng merupakan stok lokal semua,” kata Basirun.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *