Orang dengan Gangguan Jiwa Jangan “Diumpetke”

SEMARANG (Asatu.id) – Orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di masyarakat seringkali dianggap sebagai aib, bahkan ada yang mendapat perlakuan tidak menyenangkan, seperti disembunyikan atau dipasung. Padahal, sama halnya dengan penyakit fisik, penyakit mental juga ada obatnya.

Plt Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, Yusadar Armunanto mengatakan, ODGJ jangan hanya disembunyikan atau dipasung, tapi justru harus diobati.

Ditemui saat konferensi pers di Kantor Gubernur Provinsi Jawa Tengah, Rabu (6/11), Yusadar menyampaikan, pasung terjadi karena keluarga yang memiliki anggota keluarga ODGJ tidak paham cara penanganannya, dan malu dengan pandangan lingkungan sekitar. Akibatnya, mereka memilih memasung ODGJ tanpa mengobati.

“Pasung ini terjadi karena keluarga tidak paham cara penaganannya, sehingga diumpet-umpetke saja, tidak diobati. ODGJ sama halnya dengan gangguan psikotik atau disabilitas mental, perlu penggobatan secara rutin dan terus menerus yang tidak boleh berhenti,” tandasnya.

Yusadar menambahkan, peran keluarga dan masayarakat sangat penting dalam penanganan ODGJ. Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, pihaknya terus memberikan penyuluhan dan edukasi jika penangganan pasung seperti itu tidak benar dan tidak manusiawi.

Dinsos Jateng tak sendirian, berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, mereka memberikan penanganan medis hingga pelayanan rehabilitasi untuk ODGJ.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *