Empat Kabupaten di Jateng Masuk 10 Besar Desa Inovatif di Indonesia

SURAKARTA (Asatu.id) – Empat kabupaten di Provinsi Jawa Tengah berhasil masuk sepuluh besar desa inovatif di Indonesia. Keempatnya adalah Kabupaten Banyumas, Purbalingga, Rembang, dan Magelang. Capaian tersebut diharapkan bisa menjadi percontohan inovasi desa di Indonesia.

“Tadi malam saya mendapat informasi dan masukan dari Kemendes, ada empat kabupaten yang harus ditindaklanjuti terkait raihan prestasi karena masuk 10 besar di Indonesia. Empat kabupaten itu adalah Kabupaten Banyumas, Purbalingga, Rembang, dan Magelang,” kata Kepala Dispermasdes Dukcapil Provinsi Jawa Tengah, Sugeng Riyanto, saat memberikan sambutan pada rapat koordinasi Program Inovasi Desa (PID) Tahap II Provinsi Jawa Tengah Tahun Anggaran 2019, di The Sunan Hotel, Surakarta, Selasa (5/11).

Sugeng mengatakan, raihan tersebut merupakan hasil dari bentuk kegiatan yang sudah dilakukan oleh para tenaga pendamping, terkait kreativitas penggunaan dana desa di daerah masing-masing. Tentunya selain keberhasilan meluncurkan Bumdes di Kabupaten Pati.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menyampaikan, keberhasilan empat kabupaten tersebut diharapkan dapat menjadi percontohan bagi desa di Indonesia, khususnya di Jawa Tengah.

Hal itu juga selaras dengan tema rapat koordinasi PID Tahap II Jawa Tengah TA 2019, “Mengawal Komitmen Menjadi Desa Inovatif”. Menurutnya, inovasi sudah banyak, tetapi komitmen untuk menjaga dan mengembangkan itu yang paling penting.

“Tema ini menggelitik dan yang paling penting adalah kalimat komitmennya. Setiap desa memiliki potensi masing-masing. Mari kita manfaatkan betul apa yang kita lakukan dalam rapat kordinasi ini untuk saling tukar inovasi, guna mengembangkan potensi desanya,” jelasnya.

Wagub juga berharap PID benar-benar membuat manfaat bagi desa. Terlebih jika inovasi itu bisa membantu pendataan yang selama ini masih dikeluhkan. Khususnya pendataan tentang kemiskinan yang masih kurang optimal.

“Saya berharap ini bisa didorong untuk disampaikan kepada pendamping desa agar fokus terhadap ini. Sehingga percepatan penurunan kemiskinan di Jateng bisa dirasakan secepatnya. Tidak lagi di nomor dua tetapi masuk zona hijau,” pungkasnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *