Optimalisasi Pendapatan untuk Pertumbuhan Ekonomi 7,5%

SEMARANG (Asatu.id) – Ketua DPRD Jateng, Bambang Kusriyanto, menekankan arti dari pengelolaan keuangan daerah. Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) sebagai instansi yang menaungi pengelolaan keuangan daerah sudah harus memetakan potensi-potensi pendapatan.

Ke depan Jawa Tengah mendapatkan pekerjaan yang berat karena harus mengejar target pertumbuhan ekonomi 75 persen bersama Jawa Timur.

Penegasan itu disampaikannya di hadapan jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemprov Jateng di Lantai IV Gedung Badan Pengelola Pendapatan Daerah (Bappenda) Jateng pada acara Evaluasi Perencanaan Pendapatan sampai dengan Triwulan III dan Prediksi sampai dengan Triwulan IV, baru-baru ini. Hadir dalam kesempatan itu Plh Sekda Jateng Heru Setiadhie, serta Ketua Komisi C, Asfirla Harisanto, beserta jajarannya.

Bambang menjelaskan, dengan target pertumbuhan ekonomi yang diberikan Presiden itu tentu Pemprov sudah harus bisa memilah serta mengoptimalkan potensi daerah.

“Sudah bukan lagi bicara pada argumentasi atau asumsi. Kalau seperti itu kita tidak bisa memetakan mana potensi yang bisa digali. Kami di DPRD mendorong pemerintah untuk menggali potensi-potensi bisa naik,” ucap dia.

Terlebih lagi Jateng dihadapkan dengan persoalan lama yang tak kunjung selesai yakni kemiskinan. Sejumlah daerah masih dalam peta merah seperti Kebumen, Brebes, dan Wonosobo. Karena itu pendapatan harus dioptimalkan untuk bisa membantu anggaran pengentasan warga dari kemiskinan.

Pada pembukaan acara, Kepala Bappenda Jateng Tavip Supriyato menyebutkan, secara umum target pendapatan pada 2019 Rp 14,46 triliun baru terealisasi Rp 10,60 triliun atau secara presentasi baru 73,20 persen. Pendapatan daerah ditopang dari pajak daerah baru Rp 8,6 triliun, retribusi daerah Rp 79,1 miliar, pengelolaan kekayaan daerah Rp 511 miliar, dan pengelolaan anggaran lain Rp 1,3 triliun.

Pelaksana Harian Sekda Jateng Heru Setiadhie memaparkan, ada beberapa catatan yang perlu dicarikan solusi untuk menggenjot anggaran pendapatan. Pertama perihal sampai sisa waktu tahun anggaran 2019 bisa mengejar target pendapatan daerah.

“Perlu trik supaya pendapatan bisa naik sesuai target,” tegas dia.

Selanjutnya perlu meminimalkan tunggakan-tunggakan supaya bisa menaikan anggaran. Diakuinya tugas Pemprov Jateng dengan target pertumbuhan ekonomi 7,5 persen sangat berat. Sekarang ini saja pertumbuhan ekonomi berkisar 5 persen. Dengan selisih ada 1 persen perlu dicari terobosan-terobosan baru.

Selanjutnya adalah penyusunan RAPBD 2020 bisa tepat waktu agar penggunaannya tidak molor.

Sementara Ketua Komisi C, Asfirla Harisanto, yang memimpin evaluasi anggaran meminta masing-masing SKPD bisa memetakan target pendapatan. Belum semua instansi sampai triwulan IV ini memenuhi target yang ditentukan.

“Kendalanya sampai sekarang apa yang harus dibicarakan supaya segera kita bahas untuk carikan solusi,” ucap dia.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *