BRT Trans Jateng Semarang – Kendal Diresmikan, Bupati Minta Halte Ditambah

KENDAL (Asatu.id) – Bupati Kendal dr. Mirna Anissa, M.Si menyambut baik diresmikannya penggunaan moda trasnportasi aglomerasi Bus Rapid Transit (BRT) Trans Jateng Terminal Mangkang Kota Semarang – Terminal Bahurekso Kabupaten Kendal, oleh Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, Senin (28/10).

Bupati mengharapkan, dengan adanya BRT akan mengurangi kemacetan karena sudah tersedia angkutan umum BRT yang representatif. “Mohon halte untuk ditambah dan kami harap jalur selatan Kabupaten Kendal juga mendapatkan perhatian dari Pemrov dan Pusat,” ucapnya.

Diketahui, keberadaan BRT dengan tarif Rp 4000 untuk umum dan Rp 2.000 untuk buruh, pelajar serta veteran itu tidak untuk menggusur angkutan umum yang sudah ada. Namun hanya menggesernya, bahkan ditambah sejumlah keuntungan.

Alasannya, pengembangannya dilakukan dengan sistem buy the service atau beli layanan per kilometer. Artinya, pemerintah akan membeli layanan yang diberikan operator setiap kilometer angkutan massa itu bergerak.

Operator diserahkan kepada pengusaha angkutan umum yang ada di Kendal melalui proses lelang, yang diawali dengan pembentukan konsorsium. Anggota konsorsium adalah angkutan yang berhimpit pada koridor BRT.

Sedangkan terkait pengadaan bus baru, dilakukan dengan pola scrapping. Dengan perbandingan satu unit BRT dengan tiga mobil penumpang umum, atau tiga bus kecil, atau dua bus AKDP sedang /medium.

Operator BRT adalah operator existing. Sehingga dipastikan tidak ada penggusuran, melainkan hanya menggeser ke layanan yang sesuai standar pelayanan minimal.

Sistem scraping dilakukan untuk mendukung program revitalisasi angkutan umum. Di samping untuk mengurangi populasi kendaraan (pribadi).

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *