Rakornas Aptikom 2019, Ganjar Pranowo: Media Sosial sebagai Penggerak Utama Birokrasi di Jawa Tengah

SEMARANG (Asatu.id– Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Asosiasi Pendidikan Tinggi Informatika dan Komputer (Rakornas) kembali diselenggarakan pada hari Rabu – hari Minggu (23 – 27 Oktober 2019) di Hotel Patra Jasa, Semarang dan Universitas Dian Nuswantoro (Udinus). Dalam hal ini, Udinus menjadi tuan rumah kegiatan Rakornas Aptikom 2019.

Pada tahun ini, Rakornas Aptikom mengusung tema “Memperkuat Masyarakat Ekonomi Digital melalui Industri Kreatif di Era Revolusi Industri 4.0.” Acara Aptikom ini berupaya untuk terus mengembangkan Sumber Daya Manusia yang ada di Indonesia, khususnya pada bidang komputasi.

Rektor Udinus, Prof. Dr. Ir. Edi Noersasongko, M.Kom. dalam sambutannya berkata, “Kami berupaya agar Jawa Tengah menjadi provinsi yang cerdas dan berpendidikan sebab dari segi kualitas, universitas di Jawa Tengah tidak kalah dari provinsi lain.” Kamis (24/10).

H. Ganjar Pranowo, S.H., M.I.P.,  Gubernur Jawa Tengah, dalam sambutannya memberikan pujian kepada Udinus yang berhasil membuat sistem informasi yang complete handling.

Ganjar menambahkan bahwa, “Saya mengajak seluruh pegawai pemerintah di Jawa Tengah untuk bergeser, move on, dan hijrah untuk menjadi birokrasi yang kasual. Birokrasi yang kasual tidak hanya berbicara mengenai atribut, dan baru di Jawa Tengah yang seluruh pegawai pemerintahnya wajib menggunakan medsos dan sebagian besar sudah centang biru.”

Beliau juga mengatakan, sesuai dengan tujuan utama birokrasi Jawa Tengah, sistem birokrasi di Jawa Tengah sudah mencapai tahap yang luar biasa.

Hal tersebut dilihat melalui program unggulan, yakni Program Jateng Tanpa Lubang dan sekarang diperbarui menjadi Program Jalan Cantik.

Kemudian, dibuat suatu aplikasi di mana masyarakat dapat memberikan complain dan waktu merespon. Hal ini menjadi suatu pencapaian yang dapat dihitung secara kuantitatif.

Birokrasi pemerintah Jawa Tengah yang kasual menjadi sebuah bukti dari perwujudan pemanfaatan teknologi di era industri 4.0.(Cindy Suwondo)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *