“Mangan Mendoane Rini” Masuk Top 10 Pelayanan Publik Jateng 2019

SEMARANG (Asatu.id) – Dalam rangka penjaringan inovasi layanan publik Jateng 2019,  berdasarkan penilaian lapangan oleh tim juri yang berasal dari akademisi, media massa, organisasi profesi, organisasi masyarakat, Biro Organisasi Setda Jateng, diputuskan 10 inovasi pelayanan publik di berbagai bidang yang berasal dari sejumlah kabupaten dan kota.

“Ada apresiasi atas temuan-temuan inovatif baik dari jajaran kementerian maupun lembaga. Maka Pemprov Jateng mengajak sekaligus mendorong membangkitkan semangat kepada pemerintah kabupaten/kota dan SKPD provinsi melakukan terobosan-terobosan untuk meningkatkan pelayanan publik yang berkualitas,” ujar Asisten Bidang Administrasi Setda Jateng Herru Setiadhie, saat Konferensi Pers di Lantai 1 Gedung A Kantor Gubernur, Rabu (23/10/2019).

Urutan pertama Top 10 Inovasi Pelayanan Publik Provinsi Jateng 2019 adalah ‘Mangan Mendoane Rini” temuan dari RSUD Prof Dr Margono Soekarjo Banyumas. Mangan Mendoane Rini yang merupakan akronim pengembagan sistem pengelolaan sediaan farmasi obat/alat habis pakai terintegrasi rekam medik elektronik. Temuan inovasi ini bertujuan untuk menghilangkan praktik kolusi pengadaan obat.

Tidak kalah menarik adalah inovasi pelayanan publik Balai Kesehatan Magelang Dinas Kesehatan, yaitu ‘Sehat Mandiri dengan Sowan’ atau supportif, observatif, well being, action nuring. Kabupaten Cilacap juga tidak ketinggalan dengan temuan inovatifnya ‘Simbaja’ atau sistem informasi database jalan dan jembatan. Inovasi ini integrasi data infrastruktur dan pengembangan wilayah dalam peningkatan tata kelola pemerintahan di Cilacap.

“Ada pula inovasi dengan brand unik dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Grobogan, yaitu ‘Mencari Kekasihku’. Ternyata ini merupakan inovasi kolaborasi antara Disdukcapil dan KUA dalam pelayanan menjemput bola. Sehingga bagi pasangan yang menikah akan segera mendapatkan dokumen kependudukan berbasis aplikasi,” bebernya.

Selain itu, ada inovasi Puskesmas Mlonggo Kabupaten Jepara yang mengusung ‘Senyum Si Sakit’. Latar belakang inovasi ini adalah untuk mempermudah antrean dan pendataan pasien di puskesmas. Bahkan pasien yang sudah pernah berobat akan mendapatkan rekam riwayat kesehatan, sehingga pada kunjungan berikutnya dapat lebih mudah melakukan tindakan medis.

Peringkat ketujuh adalah ‘Cluwak Pregnancy Tool’ oleh Puskesmas Cluwak Kabupaten Pati. Temuan bidang kesehatan ini memantau kepatuhan ibu hamil dan penentuan deteksi dini faktor risiko ibu hamil. Inovasi ini mempercepat dan mempermudah komunikasi antara bidan, kepala puskesmas, dan ibu hamil.

Ditambahkan, Kabupaten Rembang juga tidak ketinggalan dengan membuat terobosan Aplikasi Rujukan Online ke RSUD dr R Soetrasno atau disingkat ‘Arjuno’. Kemudian Kota Surakarta melalui BPPKAD, mengusulkan ‘Si Supo alias Si Bapak On’ yang merupakan sistem pajak online.

“Peringkat 10 adalah Dinas Kesehatan Kota Tegal dengan inovasi aplikasi ‘Perlak Emas Sigasik’ atau perluasan akses layanan kesehatan menggunakan empat belas indikator memanfaatkan aplikasi Sigasik,” jelasnya.

Sementara itu, juri dari Universitas Diponegoro R Slamet Santoso mengapresiasi berbagai inovasi pelayanan publik di Jateng yang semakin lama kian bagus. Trend ini mendorong bangkitnya daerah. Masing-masing daerah menginginkan dapat prestasi, sehingga muncul kompetisi-kompetisi lokal.

“Ini semakin memperluas peluang Jawa Tengah kembali unggul di tahun 2020, karena tahun ini Jateng juara umum. Semakin baik inovasi semakin baik pula pelayanannya, ini yang terpenting,” katanya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *