Gubernur Pun Kenakan Sarung Batik Santri seperti Sobat Ambyar

REMBANG (Asatu.id) – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, memimpin Upacara peringatan Hari Santri Nasional di alun-alun Rembang, Selasa (22/10). Ganjar mengenakan sarung batik yang merupakan hasil karya para santri Ponpes Al Muayyad, Surakarta.

Saat menyempatkan mengunjungi stand Pameran Produk Unggulan Produk Pesantren dan Dekranasda, Ganjar menyebut sarung batik Lar Gurda karya para santri Ponpes Al Muayyad adalah Sarung Sobat Ambyar, karena the Godfather’s of Brokenheart yaitu Didi Kempot, memakai sarung merek itu.

Melihat berbagai potensi dan karya para santri, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sangat bangga. Ia berharap santri tak hanya jago ilmu fiqih, tapi juga dituntut paham e-budgeting, e-commerce, cinta lingkungan, seni, budaya hingga berdagang.

Ganjar pun menyampaikan, pemerintah dan negara akan selalu mendukung dan memfasilitasi bakat dan talenta para santri. Sehingga dapat berkontribusi dalam pembangunan negara.

“Dihadapkan pada perubahan zaman yang yang luar biasa, jadi sekarang santri tidak hanya ngaji, tapi sekaligus menyelesaikan permasalahan. Mereka punya keahlian dan talenta sehingga pemerintah dan negara dapat memfasilitasi bakat dan talenta sehingga dapat berkontribusi dalam pembangunan negara,” tandasnya.

Peringatan Hari Santri juga dimeriahkan dengan Pameran Produk Unggulan Pondok Pesantren, di Alun-alun Rembang. Salah satu stand yang menampilkan beragam karya adalah stand santri Ponpes Al Muayyad Surakarta.

Para santri di Ponpes Al Muayyad Surakarta sangat bersemangat dalam berkarya, dengan memroduksi batik bernama Lar Gurda. Selain membatik, para santri belajar memasarkan produk mereka.

Salah satu santri Ponpes Al Muayyad, M Subchan Abdillah, menyampaikan, dia belajar memasarkan batik yang telah diproduksi di Ponpesnya melalui media sosial. Tak tanggung-tanggung ia pun menjadi admin dari mesia sosial Lar Gurda.

Subchan mengaku saat ini batik Lar Gurda telah dipasarkan hingga Mesir dan Madinnah. Batik tersebut juga telah dipakai oleh para kiai, pejabat, seniman, hingga musisi.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *