Wujudkan Visi Smart City, Pemkot Tegal Gandeng Grab

TEGAL (Asatu.id) – Pemerintah Kota Tegal menjalin kerjasama dengan Grab, sebagai upaya mendukung visi smart city melalui program JAKWIR CETEM (Aja Kosih Wara Wiri, Cepat dan Tepat Melayani). Penandatanganan kerjasama berlangsung di Pendopo Balai Kota Tegal, Senin (21/10).

Program JAKWIR CETEM diinisiasi oleh Dinas Kependudukan
dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) dalam hal pengantaran dokumen kependudukan.

Melalui kerja sama ini, program JAKWIR CETEM Kota Tegal akan didukung oleh armada GrabExpress untuk mempermudah pengantaran dokumen kependudukan dari Disdukcapil Kota Tegal kepada masyarakat yang membutuhkan, sekaligus meningkatkan efisiensi perangkat kerja di Pemkot Tegal.

Peresmian kerjasama ini juga ditandai dengan pemecahan Rekor Muri untuk kategori Pengantaran Dokumen Kependudukan dan Pengantar (GrabExpress) ke Pemohon Terbanyak se-Indonesia.

Rekor ini dicapai dengan pengiriman dokumen kependudukan terbanyak dalam satu waktu oleh 10 admin Disdukcapil Kota Tegal melalui akun web portal JAKWIR
CETEM yang langsung diterima oleh 476 mitra pengemudi GrabExpress, untuk selanjutnya mengantarkan dokumen tersebut ke masyarakat yang membutuhkan.

Pemecahan rekor MURI dilakukan di hadapan Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono, Executive Director Grab Indonesia Ongki Kurniawan dan Direktur PIAK Akhmad Sudirman Tavipiyono.

Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, dalam sambutannya menyampaikan bukti tentang keterlibatan Grab dalam memanfaatkan teknologi yang memiliki penting dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat. Bahkan masyarakat sudah melihat bukti bagaimana dampak positif dari inovasi teknologi di Indonesia melalui berbagai layanan yang
disediakan oleh Grab.

“Melalui kerja sama ini saya harap inovasi teknologi yang sedang kami kembangkan melalui JAKWIR CETEM dapat didukung oleh keunggulan teknologi Grab bersama armada GrabExpress-nya untuk membantu kami melayani masyarakat Kota Tegal, meningkatkan efisiensi perangkat kerja, sekaligus selangkah lebih dekat mewujudkan visi smart city kami,” katanya.

Sementara Ongki Kurniawan, Executive Director Grab Indonesia menambahkan, sebagai perusahaan teknologi terkemuka di Indonesia, Grab sangat berterima kasih atas kesediaan Pemkot Tegal bersama Disdukcapil untuk berkolaborasi dalam peningkatan kualitas layanan bagi masyarakat melalui inovasi teknologi.

“Dukungan ini sejalan dengan misi Grab for Good yang kami umumkan beberapa waktu lalu untuk dapat memberikan dampak yang positif dari teknologi yang kami miliki melalui peningkatan infrastruktur digital di Indonesia. Saya berharap manfaat dari kerja sama ini dapat dirasakan oleh masyarakat dan menjadi titik awal untuk kerja sama di bidang lainnya,” tuturnya.

Ongki menambahkan, kerja sama strategis dan kolaborasi dengan pemerintah terus menjadi fokus dan komitmen dari Grab di Indonesia, yang saat ini telah melayani 224 kota dari Sabang sampai Merauke. Baik kerja sama dengan pemerintah pusat, kementerian hingga pemerintahan provinsi dan kota terus dijalin dan terus menjadi komitmen Grab ke depannya untuk mendukung Indonesia maju melalui inovasi teknologi.

Grab, menurut Ongki, akan terus memberikan inovasi untuk memenuhi kebutuhan yang dapat memberikan dampak
sosial bagi Indonesia. Berdasarkan Laporan Dampak Sosial Grab, diestimasikan bahwa Grab telah berkontribusi sebesar US$ 5,8 miliar atau lebih dari IDR 81,5 triliun terhadap perekonomian Asia Tenggara dalam 12 bulan terakhir (hingga Maret 2019).

Bagi Pemkot Tegal, kerja sama dengan Grab sudah melalui pertimbangan yang matang. Grab adalah super app terkemuka di Asia Tenggara yang menyediakan banyak layanan harian yang paling berarti bagi konsumen. Saat ini, aplikasi Grab telah diunduh sebanyak lebih dari 163 juta kali,
memberikan pengguna Grab kemudahan untuk terhubung dengan 9 juta mitra pengemudi dan agen.

Grab juga memiliki armada transportasi darat yang besar dan telah mencapai lebih dari 4 miliar perjalanan sejak didirikan pada tahun 2012. Grab menyediakan layanan transportasi on-demand di Asia Tenggara, serta layanan pengantaran makanan dan barang di lebih dari 339 kota di 8 negara.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *