Sharing Strategi, TPID Jateng Kunjungi Pemprov Kaltim

SEMARANG (Asatu.id) – Wakil Gubernur, H Taj Yasin Maimoen, melakukan kunjungan studi Tim Pengendali Iinflasi Daerah (TPID) Provinsi Jawa Tengah ke Provinsi Kalimantan Timur, Rabu (16/10/). Kaltim telah melakukan kiat-kiat khusus dan berbagai strategi dalam rangka pengendalian inflasi daerah.

Hasil dari upaya yang dilakukan, Provinsi Kalimantan Timur mampu meraih berbagai penghargaan dan memberikan dampak signifikan bagi kemajuan pengelolaan inflasi daerah.

“Atas nama TPID Provinsi Jawa Tengah, saya ucapkan terima kasih kepada TPID Provinsi Kalimantan Timur yang telah meluangkan waktunya menerima kami untuk bertukar informasi dan sharing strategi, khususnya dalam upaya mengoptimalkan kegiatan BUMD bidang pangan untuk mendukung terkendalinya inflasi di Provinsi Jawa Tengah,” kata Taj Yasin Maimoen.

Pada kunjungan dalam rangka Capacity Building Pengendalian Inflasi itu, Wakil Gubernur Taj Yasin dan rombongan ditemui oleh Sekda Provinsi Kalimantan Timur Abdullah Sani, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kalimantan Timur Tutuk SH Cahyono, serta sejumlah pejabat terkait lainnya.

Wagub dalam paparannya menyampaikan, Tim Pengendali Iinflasi Daerah (TPID) Provinsi Kalimantan Timur meraih penghargaan sebagai TPID terbaik Nasional Tahun 2019, untuk wilayah Kalimantan bersama Kabupaten Mahakam Ulu dan Kota Samarinda.

Bahkan TPID Kota Samarinda tiga kali berturut-turut meraih penghargaan sebagai TPID terbaik, untuk 2019 mengusung Penguatan BUMD Distributor Pangan Strategis.

“Ini tentu menarik bagi kami tentang bagaimana kiat-kiat dan strateginya, sehingga mampu meraih berbagai penghargaan tersebut, dan memberikan dampak yang signifikan bagi kemajuan pengelolaan inflasi daerah,” katanya.

Mantan anggota DPRD Jateng itu menyebutkan, Jateng memiliki sejumlah strategi sebagai pengendalian inflasi, antara lain “Pandawa Lima”, yaitu, program pengendalian dan pengawasan harga melalui lima langkah. Pemenuhan ketersediaan pasokan, pembentukan harga yang terjangkau, pendistribusian pasokan aman dan lancar, perluasan akses informasi, dan penerapan protokol manajemen lonjakan harga.

Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2015-2017 berturut-turut juga menjuarai TPID Award Tingkat Nasional, dimana pada 2015 melalui “SiHati Generasi II yang terintegrasi dengan Mobile Phone berbasis Android” menghantarkan menjadi TPID Terbaik untuk Kawasan Jawa-Bali, dilanjutkan pada 2016 menerima Penghargaan TPID Inovatif dengan program “Integrasi SiHati Data Produksi dan SiHati Mobile Application solusi Pengendalian Inflasi Hulu Hilir” pada 2017.

Selain itu, program unggulan TPID Jateng berupa “Paket Sinergi Aksi, Amankan Inflasi-Selamatkan Petani”, telah menghantarkan Jawa Tengah menjadi TPID Terbaik se-Jawa Bali. Adapun salah satu aksinya, yaitu “Atur Pasokan” dengan mengimplementasi teknologi ozon yang mampu memperpanjang masa simpan produk pertanian dengan biaya relatif lebih murah dibanding mesin penyimpanan lain.

Kemudian pada 2018, TPID Jawa Tengah mengusung Rice Market Center (RMC). Yaitu sistem pemotongan rantai distribusi beras dengan melibatkan stakeholder, salah satunya BUMD tetapi belum berhasil. Untuk menyempurnakan sistem tersebut, pihaknya sedang menyusun pola sistem logistik daerah yang merupakan sinergi dari BUMD, Badan Usaha Milik Petani (BUMP), RMC dan Kartu Tani.

“Untuk itulah, melalui kunjungan studi ini kami harapkan menambah wawasan dan pengetahuan yang dapat diterapkan kedepannya untuk menjadi lebih baik, serta terjalin kerjasama antarprovinsi dalam upaya pengendalian inflasi di Indonesia,” katanya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *