Ini Gaya Milenial Ganjar, Kenakan Korpri Berdesain Sorjan dan Sarung Beri Motivasi UMKM Se-Indonesia

YOGYAKARTA (Asatu.id) – Sambil mengenakan busana Korpri yang didesain berbentuk sorjan lengkap dengan sarung dan blangkon berwarna biru, serta sandal slop hitam, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo memberikan motivasi kepada para pelaku UMKM se-Indonesia di Graha Sabha Pramana Kampus UGM, Kamis (17/10).

Dalam Workshop dan Temu Bisnis Nasional II UMKM 2019 itu, Ganjar beralasan, meski ada ketentuan dalam pemakaian seragam Korpri tiap tanggal 17 setiap bulannya, baginya, desain itu untuk melestarikan busana Jawa.

“Kebetulan ini Kamis, biasanya PNS di Pemprov Jateng memakai busana adat Jawa. Saya sengaja memesan busana Korpri dengan desain sorjan. Ini dibuat hanya dua hari. Ini Korpri milenial. Artinya apa, dalam dunia bisnis UMKM, dibutuhkan kreativitas, dan inilah hasil kreativitas itu,” katanya.

Usai berbincang dengan Ipung, pelaku usaha pensil gaul yang sudah 23 tahun menekuni usahanya di Magelang maupun dengan Atin pelaku usaha kain ecoprint yang sudah menjalankan usahanya 5 tahun dengan omzet 150 juta per tahun, Ganjar menerima keluhan yang sama. Pemasaran, SDM dan permodalan.

Menurutnya, kelas produk UMKM memang dituntut bagus. Selaku Ketua Umum Kagama, Ganjar pun meminta UGM untuk turun ke UMKM memberikan training, fasilitasi, mengukur produk dan membukakan akses pemasaran.

“Kalau di Jateng, realisasi permodalan dari perbankan selalu tertinggi. Kita buatkan mereka klaster-klaster, perbankan mendampingi dan kita buatkan co working space. Jumlah usaha mikro saja ada 3,7 jutaan. Soal pemasaran, juga kita buatkan online, Sadewa Market khusus petani kita buatkan regopantes.com. Karena petani kita latih konsisten, seperti pesan mantan Presiden Habibie, kalau sudah menekuni satu profesi ya ditekuni,” jelasnya.

Jika pelaku UMKM enggan mengambil modal di bank, kata Ganjar, di Pemerintah Kota Magelang memiliki program Kredit Pro Master, Purbalingga ada Kredit Mawar, dan Kota Semarang dengan Ijus Melon dengan segala keunggulannya.

“Kalau bisa bekerjasama dengan desa, kan ada dana desa, ada BUMDes. Berkomunikasilah dengan Kepala Desa. Di Ponggok Klaten, sekarang usahanya merangkak naik. Ya karena ada kerjasama dengan desa,” saran Ganjar lagi.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *