Gerakan Indonesia Menabung Sasar Pelajar SMP/MTs Jateng

SEMARANG (Asatu.id) – Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sri Puryono membenarkan bahwa Jateng menjadi pilot project Gerakan Indonesia Menabung.

Sebelumnya, gerakan itu dicanangkan antara Gubernur Ganjar Pranowo dengan Kepala OJK Regional 3 Jateng DIY, Aman Santosa pada 3 September lalu.

Tujuan gerakan adalah sebagai upaya peningkatan inklusi keuangan dengan sasaran pelajar SMP/MTS sederajat.

Gerakan ini diharapkan dapat meningkatkan inklusi keuangan di Jawa Tengah. Pelajar SMP/ MTS sederajat menjadi fokus sasaran karena di usia tersebut, mereka sudah mulai mengenal nilai uang.

Hal itu disampaikan oleh Sekda saat menghadiri Rangkaian Acara Bulan Inklusi Keuangan bertema “Bersama Kita Wujudkan Inklusi Keuangan untuk Semua” di Kantor OJK Regional 3 Jateng, Rabu (26/10).

“Studi yang dilakukan World Bank menunjukkan, peningkatan inklusi keuangan sebesar 1 persen dapat mendorong pertumbuhan Produk Domestik Brutto per kapita naik 0,03 persen. Dalam studi ini juga disampaikan, dengan peningkatan 20 persen tingkat inklusi keuangan suatu negara, akan menambah 1,7 juta peluang kerja baru,” kata Sekda.

Untuk itu, perlu adanya sinergi antarlembaga, khususnya Pemerintah Provinsi Jateng, OJK dan seluruh Industri Jasa Keuangan, agar akses keuangan dapat dilakukan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Ikut hadir pada acara itu, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 3 Jateng DIY, Aman Santosa. Kepada wartawan, Aman Santoso menambahkan, di seluruh daerah di Jateng sudah ditetapkan siapa bank koordinator yang akan menjadi koordinator di masing-masing wilayah.

“Kemudian di masing-masing kabupaten, bank koordinator berkoordinasi dengan seluruh bank yang ada di daerah tersebut, kemudian tugas mendatangi ke SMP dibagi-bagi. Jadi diharapkan seluruh SMP di Jateng akan terjamah,” terangnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *