Pampers Disulap Jadi Pupuk Ampuh di Kongres Sampah

SEMARANG (Asatu.id) – Salah satu sampah yang sering dianggap momok adalah pampers, karena butuh waktu 100 tahun untuk bisa terurai. Tapi di Kongres Sampah Jateng, kelompok Pampers Mania memamerkan inovasinya berupa Fermentasi Pampers yang bisa digunakan sebagai pupuk.

Dadang Prakoso, personel Pampers Mania menjelaskan, dengan fermentasi pampers tersebut tanaman hanya memerlukan disiram seminggu sekali. Karena fermentasi pampers tersebut mengandung senyawa yang mengikat cairan.

“Untuk takaran seperti halnya dengan pupuk lain. Bisa secara kuantitas ditambah atau diberikan secara periodik,” katanya, Sabtu (12/10).

Fermentasi tersebut dibuat dari beberapa bahan dasar. Air kelapa sebanyak 2 liter ditambah gula 50 gram, probiotik 100 ml dan terasi 1 sendok teh.

Untuk pampers yang diambil adalah bagian gel yang ada di dalam pampers. Dadang mengatakan, untuk membuat fermentasi pampers, campur seluruh bahan selama 24 jam. Kemudian masukkan Pampers.

“Diamkan maksimal 14 hari. Tutup rapat dan diberi selang untuk tanda fermentasi. Untuk dijadikan pupuk ditambah urine sapi,” katanya.

Sementara untuk pampers yang telah dimasukkan sebagai bahan fermentasi bisa dijadikan media tanam dengan perbandingan 1 banding 4 dengan tanah. Dia menjelaskan fermentasi pampers tersebut merupakan hasil penelitiannya selama dua bulan.

“Yang sudah kami uji selama tanaman bunga dan sayuran. Dan sangat efektif pertumbuhannya,” katanya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *