Kemenperin Yakin Obat Tradisional Bisa Jadi Industri Andalan

SEMARANG (Asatu.id) – Industri obat tradisional bersama-sama dengan industri farmasi dan kosmetik menjadi salah satu Industri andalan, yaitu industri prioritas yang berperan besar sebagai penggerak utama (prime mover) perekonomian di masa yang akan datang.

Hal itu disampaikan Inspektur Jenderal Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Setyo Wasisto dalam acara “Sosialisasi Revitaliasi Industri Obat Tradisional Melalui Pengembangan Investasi dan Pengawasan Industri Obat Tradisional” di Semarang, Kamis (10/10) .

Menurut Setyo Wasisto, pangsa pasar industri obat tradisional telah menunjukkan pertumbuhan yang signifikan setiap tahunnya. Seperti diketahui bersama, berdasarkan data Dirjen Farmasi dan Alat Kesehatan, Kementerian Kesehatan Tahun 2018 menyebutkan bahwa postur industri obat tradisional Indonesia adalah sekitar 88,6% merupakan industri dengan skala kecil dan menengah (874 perusahaan) dan hanya 11,4% merupakan industri dengan skala besar (112 perusahaan).

Kemudian, data Badan Pusat Statistik (BPS) pada triwulan 1 tahun 2019, sektor industri farmasi, produk obat kimia dan obat tradisional tumbuh sebesar 8,12% dengan nilai PDB sebesar Rp 20,38 triliun.

“Salah satu indikator pertumbuhan terlihat dari beberapa industri obat tradisional skala menengah dan besar, sudah mampu mengekspor produknya ke luar negeri seperti ke ASEAN, Afrika, Timur Tengah, Eropa dan lain sebagainya,” tutur Setyo Wasisto.

Sementara sisi ekspor, penjualan produk obat tradisional mencapai 51,09 juta US dollar di tahun 2018. Capaian ini lebih besar jika dibandingkan dengan tahun 2017 yang hanya sebesar 36,82 juta US Dollar.

Menyinggung soak impor produk obat tradisional Indonesia, menurut Setya Wasisto, masih lebih tinggi dibanding ekspor komoditas tersebut.

“Neraca perdagangan komoditas obat perdagangan kita masih negatif,” kata mantan Kadiv Humas Polri itu.

Padahal, menurut dia, industri obat tradisional mengalami pertumbuhan dalam lima tahun terakhir, meski kurang signifikan.

Saat ini, lanjut dia, terdapat 112 industri obat tradisional berskala menengah ke atas dan 874 industri berskala kecil yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia.

Pertumbuhan industri obat tradisional itu sendiri, menurut dia, bisa dilihat dari meningkatnya nilai ekspor dari tahun ke tahun.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *