50 Desainer Bakal Tampil di Fashion Paradise 2019

SEMARANG (Asatu.id) – Kreasi Lintas Cipta (KLC) bekerjasama dengan Pemprov Jateng dan Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Semarang menggelar fashion show bertajuk Fashion Show Paradise 2019 di BBPLK Semarang, Sabtu (11/10) dan Minggu (12/10). Selain fashion show digelar juga job fair.

Kepala BBPLK Semarang Ir. Edy Susanto, MM menerangkan, produk fashion merupakan barang atau kebutuhan pokok di area milenial four point zero. Untuk itu diperlukan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni, terkait hal tersebut.

“Acara ini didukung Kementrian Ketenagakerjaan. BBPLK Semarang mempunyai tugas untuk menyiapkan Sumber Daya Manusia yang dimaksud. Sebagai penyediaan hal tersebut BBPLK Semarang ditunjuk oleh Kemenaker melalui pelatihan vokasi dengan dukungan sumber daya pelatihan seperti training program dengan sarana fasilitas yang telah tersedia di BBPLK Semarang diharapkan dapat mencetak lulusan SDM yang siap diserap oleh industri fashion,”ujarnya.

“Bahkan dapat mengambil peran penting dalam memajukan sektor industri kreatif melalui fashion teknologi di tanah air. BBPLK Semarang sukses dengan La Mode Sur La seine A Paris, yang merupakan event fashion show bertaraf Internasional dipercaya oleh KLC untuk berkolaborasi dalam penyelenggaraan event Fashion Paradise 2019,”sambungnya.

Ia menerangkan, BBPLK Semarang memiliki fasilitas yang memumpuni dan lengkap untuk menggelar acara tersebut. Apalagi Kementrian Ketenagakerjaan Republik Indonesia memiliki suatu program yang sangat baik dan patut dibanggakan dari dalam membuka kejuruan Fashion Technology di Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja Semarang.

“Lengkap dengan sarana dan prasarananya, seperti studio catwalk, studio produksi ruang kreatif dan ruangan temu bisnis,” imbuhnya.

Project Director dari acara Fashion Paradise 2019, Eka Mutia Yuliandarin mengatakan, kompetisi ini bukanlah hanya masalah menang atau kalah.

Lebih dari itu yaitu membangkitkan adrenalin dan keberanian lulusan pelatihan untuk menampilkan karyanya digunakan oleh model profesional, dinilai oleh desainer profesional dan ditonton oleh pejabat dan tokoh masyarakat secara luas.

“Jawa Tengah pada dasarnya tidak kalah dengan masyarakat Internasioal lainnya. Apalagi Jawa Tengah sebagai sentra batik nasional maupun industri tekstil yang tersebar dimana-mana. Potensi SDM tersebut tidak akan berkembang jika tidak dilatih dan tidak dipromosikan dan juga tidak akan memberikan nilai tambah maksimal bagi yang bersangkutan maupun masyarakat,” katanya.

Dalam 3 pekan, setidaknya 50 dari 200 karya peserta dari kalangan nonprofesional (tingkat pelajar, SMK, dan Perguruan Tinggi) yang telah mendaftar dan diseleksi oleh APPMI.

“Sebanyak 50 karya finalis yang lolos seleksi akan diperagakan oleh model di BBPLK Semarang,” tukas Tia sapaan akrabnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *