Wagub Kirim Kasur, Mbah Rami pun Sumringah

KLATEN (Asatu.id) – Mbah Rami (72), nenek tua yang tinggal sebatang kara di Desa Taji RT 6 RW 4 Juwiring, Klaten, bak bermimpi di siang bolong. Bagaimana tidak, rumahnya yang biasa sepi mendadak ramai. Apalagi dikunjungi Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen.

Kebahagiaan Mbah Rami bertambah lengkap, saat Wagub menyerahkan bantuan rehab rumah dan tempat tidur lengkap dengan kasurnya, Rabu (2/10).

“Saya senang dikunjungi bapak-bapak pejabat dan diberikan bantuan. Hanya kasur dan tempat tidurnya kurang tinggi,” kata Mbah Rami sambil terkekeh saat berbincang pria yang akrab disapa Gus Yasin ini.

Dialog sederhana antara Gus Yasin dengan Mbah Rami menjadi perhatian banyak hadirin. Masih dengan tongkat di tangan guna menyangga tubuhnya yang renta, Mbah Rami mendoakan Gus Yasin menjadi presiden. Sontak celoteh nenek tua itu bikin Wagub dan rombongan ger-geran.

Kedatangan Wagub ke Kabupaten Klaten dalam rangka kunjungan kerja Desa Binaan Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (BPPD) Jawa Tengah di Desa Taji, Juwiring.  Kunjungan kerja itu ditandai dengan pemberian bantuan rehabilitasi delapan unit  Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), jambanisasi, pelatihan pemanfaatan biogas, pengolahan sampah plastik, pelatihan UMKM batik Budi Luhur, pembuatan karak, industri biola, dan kerajinan kayu mahoni.

“Masih ada desa di Kabupaten Klaten dengan kategori merah. Kondisi ini harus dientaskan ke kuning bahkan ke hijau. Di Kabupaten Klaten, angka kemisikinan masih 12,96 persen. Desa Taji sudah lolos dan bebas BABS (buang air besar sembarangan). Hanya akses masyarakat yang belum punya jamban harus diatasi,” kata Gus Yasin yang hadir didampingi Sekretaris Daerah Klaten Jaka Sawaldi dan pejabat setempat.

Mantan anggota DPR RI ini menambahkan, di Jawa Tengah masih ada 3,7 juta warga yang tergolong miskin tersebar di 35 kota dan kabupaten. Peran pemerintah kota dan kabupaten adalah membantu budaya lingkungan bersih sehat, tidak BAB di sembarang tempat, mengelola sampah, revitalisasi dan tidak membuang sampah ke sungai.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *