Jangan Sampai Ada Keluhan Pembangunan Tak Merata

SEMARANG (Asatu.id) – Kawasan Industri Kendal, Kawasan Industri Brebes dan Borobudur yang menjadi proyek strategis nasional (PSN) di Jawa Tengah diarahkan untuk memeratakan pembangunan daerah, yang berbasis pada pendekatan kerja sama regionalisasi di Jawa Tengah.

Sesuai saran pemerintah pusat, pendekatan Masterplan Percepatan Pembangunan Wilayah Provinsi Jawa Tengah, didasarkan pada Pull Factor Strategy dimana prioritas pusat-pusat pertumbuhan dirancang akan menarik wilayah sekitarnya.

Hal itu disampaikan Sekda Jateng Sri Puryono saat memberikan laporan pada kegiatan Dialog Pusat Daerah Finalisasi Perpres Rencana Induk Percepatan Pembangunan Provinsi Jateng, di Grand Candi Hotel, Rabu (2/10).

Secara rinci Sri Puryono menjelaskan, pengembangan Kawasan Industri Kendal sebagai PSN akan menarik Wilayah Pengembangan (WP) sekitar Kedungsepur, Wanarakuti dan Banglor.

Untuk pengembangan Kawasan Strategis Prioritas Nasional (KSPN) Borobudur, selain akan menarik kawasan Purwomanggung, juga akan menarik Sobosukowonosraten. Sementara itu, pengembangan Kawasan Industri (KI) Brebes akan menarik kawasan Bregasmalang, Petanglong.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen menambahkan, jajarannya mesti fokus melaksanakan pembangunan kawasan secara bersama-sama. Egosektoral yang kental harus dihilangkan.

“Saya berharap egosektoral kita hilangkan. Jangan sampai ada keluhan, Pak kawasan timur kurang, yang dibangun kawasan barat saja kawasan utara, selatan kok belum. Yang seperti Ini harus kita tanggalkan,” ajaknya.

Pernyataan itu juga didukung Deputi Bidang Koordinasi Percepatan Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Kemenko Perekonomian, Wahyu Utomo. Pihaknya mendorong agar Pemerintah Provinsi Jateng dengan pemerintah kabupaten/ kota saling bersinergi untuk mewujudkan PSN yang akan memberikan dampak positif di daerah-daerah sekitar proyek.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *