PT KAI Daop 4 Gencarkan Sosialisasi Keselamatan di Perlintasan Sebidang

SEMARANG (Asatu.id) – Selama dua hari, Selasa & Rabu (17-18/9), PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 4 Semarang menyosialisasikan keselamatan kepada pengendara jalan di perlintasan sebidang.

Sosialisasi dengan menggandeng instansi terkait itu dilakukan di Perlintasan KA Ronggowarsito, Mpu Tantular, Hasanudin, Ganepo, Brumbungan, dan Jagalan.

Menurut Manager Humas PT KAI Daop 4 Semarang, Krisbiyantoro, kegiatan sosialisasi keselamatan perlintasan sebidang itu merupakan tindak lanjut dari FGD (Focus Group Discussion) yang mengusung tema “Perlintasan Sebidang Tanggung Jawab Siapa?” yang telah dilaksanakan di Jakarta pada 6 September lalu.

FGD dalam rangka HUT ke-74 KAI tersebut dihadiri oleh semua stakeholder terkait perlintasan sebidang, mulai dari Komisi V DPR RI, Kemenhub, Kemendagri, Bappenas, Polri, Pengamat, Akademisi, jajaran KAI, para Kadishub dan Polda di Jawa-Sumatera, serta pihak terkait lainnya.

“Selama ini, pelanggaran lalu lintas di perlintasan sebidang tidak saja merugikan pengendara jalan tetapi juga perjalanan kereta api. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat untuk menaati aturan lalu lintas di perlintasan sebidang semakin meningkat,” ujar Krisbiyantoro.

Sebagai operator, lanjut Kris, PT KAI sebenarnya tidak punya kaitan tanggung jawab terkait penyelesaian keberadaan di perlintasan sebidang. Namun untuk mengurangi kecelakaan dan meningkatkan keselamatan di perlintasan sebidang, beberapa upaya telah dilakukan, khususnya oleh PT KAI (Persero) Daop 4 Semarang.

Upaya itu antara lain dengan melakukan sosialisasi dan menutup perlintasan tidak resmi dengan memasang patok rel di 147 perlintasan tidak resmi dari tahun 2017 – Agustus 2019.

“PT KAI (Persero) Daop 4 Semarang mencatat terdapat 124 perlintasan sebidang yang resmi dan 309 perlintasan sebidang yang tidak resmi. Sedangkan perlintasan tidak sebidang baik berupa flyover maupun underpass berjumlah 11 dan 18 saja,” imbuhnya

Menyinggung soal kasus kecelakaan dari awal tahun 2019 hingga akhir Agustus 2019 lalu, di wilayah PT KAI (Persero) Daop 4 Semarang telah terjadi 55 kali kecelakaan yang mengakibatkan 41 nyawa melayang.

“Salah satu tingginya angka kecelakaan pada perlintasan juga kerap terjadi lantaran tidak sedikit para pengendara yang tetap melaju meskipun sudah ada peringatan melalui sejumlah rambu yang terdapat pada perlintasan resmi,” kata Krisbiyantoro.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *