Dompet Dhuafa Luncurkan Program BUDE di Desa Kumesu Batang

BATANG (Asatu.id) – Lembaga sosial Dompet Dhuafa meluncurkan program baru yang diberi nama BUDE kepanjangan dari Badan Usaha Desa, di Desa Kumesu, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang, Sabtu (14/9). Peresmian program ini dilakukan oleh Ketua Pembina Dompet Dhuafa, Parni Hadi.

Program Badan Usaha Desa (BUDE) merupakan salah satu program unggulan divisi ekonomi Dompet Dhuafa dalam hal menumbuhkan perekonomian masyarakat berbasis potensi desa.

Pada pelaksanaanya, kelompok masyarakat difasilitasi untuk berkembang melalui wadah badan usaha yang dikelola oleh masyarakat desa didampingi Dompet Dhuafa.

Pada fase awal ini, sebanyak 10 orang penerima manfaat program ini akan mengelola Sentra Jamur, mulai dari segi budidaya hingga penanganan pascapanen. Selain itu, mereka juga difasilitasi untuk mengolah produk hasil pertanian desa untuk dijadikan produk-produk UMKM yang siap dipasarkan.

Dompet Dhuafa di fase ini memberikan dukungan berupa Sekretariat Program BUDE, Sentra Jamur Bude, modal usaha, dan juga pendampingan program.

“Pendampingan kami tidak hanya dalam hal budidaya, tapi bagaimana bisa memroduksi, memasarkan, dan memperoleh hasil. Menjualnya pun tidak sekadar menjual, tetapi harganya sesuai pasar. Kalau tidak ada yang membeli, kami yang bertanggung jawab membeli,” tandas Parni Hadi.

Parni yang juga inisiator dan pendiri Dompet Dhuafa juga menyampaikan, lembaga yang dikelolanya terus mengalami perkembangan berarti, bahkan sudah punya lima kantor cabang di luar negeri.

Sementara Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Jateng, Satria Nova menambahkan, program BUDE di Kabupaten Batang, tidak hanya mengelola dan mengembangkan sentra jamur saja. Namun akan menjadi rumah yang menampung produk-produk yang dihasilkan oleh desa, baik itu produk pertanian, peternakan maupun produk lain yang memiliki potensi untuk dikembangkan.

Menurut Satria, selain 10 penerima manfaat yang mayoritas adalah ibu-ibu janda dan dhuafa, ke depannya program BUDE ini juga akan melibatkan pemuda-pemuda desa, serta masyarakat desa dhuafa lainnya dalam mengelola dan mengembangkan Badan Usaha Desa ini dengan skema koperasi.

“Tidak hanya memberdayakan, Rumah BUDE ini juga bisa menjadi sarana edukasi baik untuk pelajar maupun masyarakat umum dalam hal budidaya dan pengolahan jamur tiram beserta komoditas pertanian lainnya,” katanya.

Program BUDE di Batang akan dijadikan pilot project, yang nantinya akan dikembangkan di wilayah lainnya di Indonesia. Saat peresmian program BUDE, juga dilakukan Aksi Layanan Sehat dari LKC Jateng yang memberikan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga yang hadir.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *