Sekda Jateng : Optimistis Masa Depan Kehutanan Cerah

SURAKARTA (Asatu.id) – Mahasiswa baru Program Studi Pengelolaan Hutan Universitas Sebelas Maret (UNS), mendapat motivasi dari Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sri Puryono KS. Mereka diminta untuk terus optimistis bahwa kehutanan Indonesia akan terus lestari dan masa depan “rimbawan” cerah.

“Saya adalah orang hutan, alumnus Fakultas Kehutanan UGM tahun 1984. Maka tidak usah ragu lagi tentang kehutanan, karena hutan adalah masa depan kita. Karenanya kita harus mengubah pesimis menjadi optimis masa depan kehutanan cerah,” ujar Sekda saat memberi sambutan pada Launching prodi S1 Pengelolaan Hutan Fakultas Pertanian UNS dan kuliah umum dengan tema “Masa Depan Kehutanan Indonesia” di Aula Fakultas Pertanian UNS, Jumat (6/9).

Hadir dalam acara tersebut, Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Prof Jamal Wiwoho, Dirjen Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Bambang Supriyanto, Komisaris Bank Mandiri dan mantan Jaksa Agung Muda Prof R Widyopramono, serta Dekan Fakultas Pertanian UNS  Prof Samanhudi.

Sekda yang merupakan mantan Kepala Dinas Kehutanan Jateng itu mengatakan, menjadi mahasiswa kehutanan di UNS harus optimistis dan bangga karena bidang kehutanan prospektif dan banyak peluang yang bisa diciptakan oleh rimbawan. Terlebih hutan terbaik di Pulau Jawa adalah Jawa Tengah. Kontribusinya pun besar karena menduduki peringkat dua.

“Hutan Indonesia adalah anugerah dari Tuhan. Saya berharap Pengelolaan Hutan menjadi program studi unggulan di UNS,” harapnya.

Dirjen Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan KLHK RI, Bambang Supriyanto menyebutkan, dengan hutan seluas 120.6 juta hektare, kehutanan mampu memberikan kontribusi untuk lingkungan, masyarakat, dan ekonomi rakyat. Hutan produksi seluas kurang lebih 64 juta hektare hanya 1,35 persen yang diberikan kepada masyarakat.

“Maka adik-adik semuanya, lulus dari fakultas pertanian maupun kehutanan harus mampu meningkatkan kesejahteaan masyarakat, terutama masyarakat di desa yang berada di bawah garis kemiskinan,” pintanya.

Sementara itu, menjawab pertanyaan Riski salah seorang mahasiswa Pengelolaan Kehutanan UNS, mengenai keahlian atau syarat menjadi “rimbawan muda” yang dapat berkontribusi kepada masyarakat, Dirjen Bambang Supriyanto menyebutkan bahwa kompetensi, integritas, dan kejujuran penting dimiliki para rimbawan muda.

“Integritas, kejujuran yaitu apa yang kita lakukan dan kita sampaikan. Kemudian tidak kalah penting adalah kompetensi yang didapat melalui pendidikan. Jangan menunggu apa yang bisa kita lakukan tetapi harus bisa menciptakan peluang kerja,” bebernya.

Sementara itu, Rektor UNS mengatakan, peluncuran program studi baru dan kuliah umum tentang ‘Masa Depan Kehutanan Indonesia’ tersebut penting bagi masyarakat dan mahasiswa. Selain sebagai sarana sosialisasi kepada masyarakat umum, sekaligus menjadi ajang silaturrahim, jejaring, serta bertukar berbagai pengalaman dan pengetahuan.

“Kesan dan pesan penting dari tema kuliah umum ini adalah adanya kekhawatiran sekaligus harapan. Khawatir karena pesatnya pembangunan, dan memiliki harapan hutan Indonesia terus lestari,” katanya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *