Ada Dolanan Blarak di Pembukaan Pameran Kriya, Permainan Imajinatif Masa Lalu

WONOGIRI (Asatu.id) – Daun kelapa atau blarak, dulu sering digunakan untuk banyak hal. Misalnya untuk atap rumah atau pelengkap dekorasi pernikahan. Yang masih ada sampai sekarang adalah untuk selongsong ketupat. Dulu, ada juga yang memanfaatkan daun kelapa untuk mainan anak-anak dengan bentuknya beragam.

Itu pula yang hendak diingatkan Reta, Nadin, dan Debora, siswa SDN 1 Wonogiri melalui tarian Dolanan Blarak. Di hadapan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Ketua Dekranasda Jateng Atikoh Ganjar Pranowo, Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, saar Pembukaan Pameran Kriya di GOR Giri Mandala, Jumat (23/8), ketiganya tampak apik dan ekspresif menari sambil memainkan blarak.

Di tangan mereka, blarak tak hanya disulap menjadi sapu lidi. Namun juga aneka tokoh pewayangan yang dimainkan bersama-sama. Jelas terlihat kegembiraan saat ketiganya bermain dalam tarian itu. Bahkan, sedikit konflik yang terjadi langsung diselesaikan sehingga tak mengganggu pertemanan mereka.

Eny Sulistyowati selaku guru pembina menyampaikan, tarian tersebut memang sarat makna. Tarian itu menggambarkan bentuk permainan tradisional masa lalu dengan media blarak yang penuh imajinasi, ide, dan kreativitas. Blarak bisa diubah menjadi berbagai bentuk sesuai imajinasi anak, salah satunya tokoh wayang.

“Mereka memainkannya bersama-sama. Pesan kebersamaan ini pula yang menonjol dalam tarian Dolanan Blarak,” beber dia.

Ditambahkan, berkat tarian itu, ketiga siswanya juga berhasil meraih Juara I Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) Sekolah Dasar Tingkat Kabupaten Wonogiri, serta Juara Harapan I Tingkat Provinsi Jawa Tengah. Padahal, latihan yang dilakukan terhitung singkat, hanya satu bulan menjelang lomba.

Sementara itu, tampil di hadapan orang nomor satu di Jawa Tengah, sekaligus mendapat apresiasi, menjadi kebanggaan tersendiri bagi Reta dan dua rekannya. Mereka pun tak melewatkan kesempatan tersebut untuk foto bersama.

“Senang ketemu Pak Gubernur,” ujar Reta singkat.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *