Eksotik, Ada Bukit Marmer Merah di Desa Wisata Ngargoretno Magelang

SEMARANG (Asatu.id) — Provinsi Jawa Tengah dikenal sebagai wilayah yang kaya akan destinasi wisata, baik wisata alam, wisata budaya, wisata buatan dan jenis wisata lainnya.

Jika Anda penggemar wisata alam, cobalah datang ke Kabupaten Magelang. Lalu berkunjunglah ke Desa Wisata Ngargoretno di Kecamatan Salaman. Di salah satu objek wisata baru tersebut, ada pemandangan yang tak biasa, yakni bukit marmer. Yang spesifik, kandungan marmer yang ini bukan sembarangan karena berjenis marmer merah yang memang langka di dunia.

Menurut Pjs. Kepala Desa Ngargoretno, Supomo, kandungan marmer merah yang ada di desanya memang terbilang langka. Itu sebabnya, ketika menjadi tempat wisata, sisi edukasinya bisa diikutsertakan.

“Kandungan batu marme merahnya memang cukup langka, sehingga ketika menjadi tempat wisata kami bisa memberikan edukasi bagi masyarakat,” kata Supomo saat menyambut rombongan wartawan yang berkunjung bersama jajaran Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jateng, Senin (19/8) siang.

Letak Desa Wisata Ngargoretno tak jauh dari kawasan wisata Candi Borobudur, yakni hanya sekitar tujuh kilomater. Tepatnya berada di lerang pegunungan Menoreh, Kecamatan Salaman. Luasannya berkisar 618 hektare. Desa itu juga berbatasan langsung dengan Kabupaten Purworejo.

Di Desa Ngargoretno yang akses jalannya berkelok itu, selain tersaji pemandangan marmer merah yang langka, tersaji juga wisata edukasi terkait peternakan kambing etawa, susu kambing etawa, dan panen madu langsung. Tersaji pula hiburan tari-tarian tradisional khas Desa Ngargoretno yang semua personelnya warga setempat, dari kalangan anak-anak sampai dewasa.

Kepala Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Ngargo Inten Ngargoretno, Soim, menambahkan, untuk menikmati keindahan wisata edukasi di wilayahnya, para wisatawan hanya perlu membayar paket wisata mulai dari Rp 400.000 untuk 10 orang.

Memang benar, dari sekian daya tarik wisata yang ada di Desa Ngargoretno, kekhasan sekaligus daya tarik utamanya adalah bukit batuan marmer yang membentuk situs geopark alami. Pada zaman dahulu, pertemuan batu kapur dengan magma gunung api di Perbukitan Menoreh, menghasilkan batuan marmer yang beraneka warna.

Menyinggung soal pengelolaan Desa Ngagoretno sebagai desa wisata, menurut Soim, dilakukan oleh Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Argo Inten. Upaya merintis desa wisata tersebut digarap secara serius sejak 2016.

Soim yakin, bukit marmer yang ke depannya akan dibuat “museum marmer” itu bakal menjadi daya tarik utama Desa Ngargoretno. Sebab potensi itu tidak ada duanya di daerah lain. Hanya saja soal dana untuk pengembangan masih terkendala. Selama ini hanya mengandalkan kucuran dana desa dan swadaya masyarakat, sehingga pengembangannya masih lambat.

“Harapan kami setidaknya dalam kurun lima tahun ke depan rencana itu akan mulai kami realisasikan bentuknya. Sudah dua tahun ini kami bergerak. Wisata Ngargoreto kita arahkan dan optimalkan ke potensi view taman marmer,” katanya.

Desa Ngargoretno memiliki sekitar 70 hektare lahan marmer, di mana yang 50 hektare berpotensi dikembangkan sebagai museum dan taman. Sementara yang 20 hektare sudah dimanfaatkan para pelaku usaha pertambangan.

Sejauh ini, kawasan marmer Desa Ngargoretno memang belum secara resmi dibuka untuk umum sebagai lokasi wisata unggulan. Perlu persiapan serius dan maksimal menuju ke arah sana. Pihak desa bersama pemerintah kabupaten telah bekerja sama dengan akademisi dari Universitas Gajah Mada untuk melakukan pengembangan bersama, terutama dalam penelitian dan penjelasan soal batuan yang ada.

Tak hanya pemandangan alam eksotik yang bisa dijual di Ngargoretno, wisatawan yang berkunjung di desa itu juga bisa menyaksikan bahkan praktik sendiri memerah susu kambing etawa, memanen madu, membajak sawah, atau menikmati kesenian tradisional dengan personel warga setempat. Dan jangan lupa, ada kuliner yang mengingatkan masa lalu, nasi jagung dan sayur khas pedesaan.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *