Ganjar Kunjungi Lapas Kedungpane, 6.556 Napi Jateng Dapat Remisi

SEMARANG (Asatu.id) – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, ketemu Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kebumen, Adi Pandoyo dan Mantan Bupati Jepara Marzuki. Pertemuan tersebut berlangsung saat Ganjar hadir di acara pemberian remisi pada narapidana di Lapas Kedungpane Semarang, Sabtu (17/8).

Ganjar mengatakan, meski berada di Lapas, kondisi kedua mantan pejabat itu sehat bahkan cukup aktif bergaul dengan warga binaan lain. “Pak Marzuki aktif juga mengikuti kegiatan-kegiatan di Lapas. Tadi beliau mengatakan juga sering olahraga, joging juga,” kata Ganjar.

Pertemuan itu sebenarnya tidak terduga, karena acara berlangsung di aula, sementara dua mantan pejabat tersebut berdiri di depan gedung. Marzuki yang masih mengenakan baju muslim, bersarung dan berpeci itu langsung menyalami Ganjar usai acara berakhir.

“Pak Marzuki di sini jadi imam masjid. Banyak juga mengajari ngaji warga binaan lain,” katanya.

Tidak jauh beda dengan Marzuki, Adi Pandoyo, mantan Sekda Kebumen, kata Ganjar juga aktif. Intinya mereka tidak neko-neko, apalagi Adi Pandoyo adalah rekan kuliah satu angkatan Kajati Jateng.

“Semoga beliau-beliau tegar dan tetap semangat. Tidak terlalu banyak yang bisa beliau ceritakan,” katanya.

Sebanyak 6.556 orang narapidana di seluruh Jateng mendapatkan remisi di Hari Kemerdekaan RI ke 74. Dengan pembagian Remisi Umum I dengan catatan tidak langsung bebas sejumlah 6.348 orang. Hal ini dikarenakan setelah dikurangi remisi masih menjalani sisa pidana. Yang kedua Remisi Umum II yang bisa langsung bebas sebanyak 208 orang.

Sampai saat ini jumlah penghuni Lapas dan Rutan Se-Jawa Tengah per- 14 Agustus 2019 ini adalah 13.457 orang, dengan rincian tahanan sejumlah 2.812 orang, narapidana sebanyak 10.645 orang. Padahal kapasitas jumlah hunian Lapas/Rutan yang ada di Jawa Tengah hanya 8.197 orang.

“Jateng selalu dititipi. Karena suk-sukan (desak-desakan), tidak bisa dijadikan alasan melakukan tindakan pungli atau mengurangi integritas dari petugas yang ada. Petugas juga harus perbaiki diri,” katanya.

Di sisi lain, untuk pembinaan di lapas Ganjar mengatakan sudah sangat baik. Dari segi konsumsi, kesehatan sampai pelatihan keterampilan. Terlebih saat ini Lapas juga menjalin kerjasama dengan perusahaan.

“Banyak usaha dikembangkan untuk seluruh warga binaan. Agar mereka kembali ke masyarakat  dengan percaya diri. Tidak ada hambatan sosial. Kembali mebangun masa depan. Remisi ini jadi semangat untuk jauh lebih baik,” katanya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *