Pesta Rakyat Jateng 2019 Tampilkan Berbagai Pagelaran Seni dan Budaya Tradisional

SEMARANG (Asatu.id) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah bakal menggelar “Pesta Rakyat Jateng 2019” yang menampilkan bebagai pergelaran seni dan budaya tradisional serta pentas musik artis nasional. Pesta rakyat tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-69 Provinsi Jawa Tengah.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Jateng, Sinoeng Noegroho Rachmadi menjelaskan, Pesta Rakyat Jateng 2019″ yang digelar di Kabupaten Wonogiri 23-25 Agustus mendatang, mempunyai konsep utama responsif, kompetitif, inovatif dan kreatif.

Penjabaran konsep utama dalam kegiatan pesta rakyat itu, lanjut Sinoeng, diwujudkan dalam berbagai kelompok kegiatan secara terintegrasi dan langsung menyentuh masyarakat.

“Yakni dengan menampilkan berbagai atraksi kesenian dan kebudayaan, promosi, informasi pemasaran, perdagangan, ketenagakerjaan pariwisata, kreativitas, sportivitas kepemudaan, keolahragaan, serta gotong royong,” terangnya.

Kegiatan yang mengangkat tema “Ngrumat Bebrayan” atau berarti merawat kebersamaan dalam kehidupan itu, tambah Sinoeng, bertujuan agar masyarakat dapat lebih mengenal dan mengelola potensi serta keanekaragaman budaya daerah, sehingga dapat menumbuhkan kembali rasa cinta dan bangga terhadap Jateng.

“Selain itu juga mendukung terwujudnya visi misi Gubernur Jawa Tengah 2018-2023 menuju Jawa Tengah sejahtera dan berdikari, kuat dan tetep mboten korupsi mboten ngapusi,” tutur mantan Kepala Dinas Satpol PP Jateng itu.

Dalam pergelaran tahun ini, berbagai kegiatan diselenggarakan mulai pre event atau tanggal 18-22 Agustus, during event (23-25 Agustus), hingga post event (26-31 Agustus).

Di antaranya seminar atau sosialisasi mengenai nilai-nilai sejarah perjuangan bangsa, workshop bagi para pelaku usaha ekonomi kreatif, pameran produk kerajinan, job fair, penjualan sembako bersubsidi, lomba desain motif batik bagi umum dan pelajar.

“Juga ada lomba melukis tong sampah, lomba mural stadion, kegiatan memungut sampah di kawasan kota dan menanam pohon minimal 1.000 batang. Selain itu juga Dekranasda Carnival, pagelaran ketoprak, pameran hasil karya Panti Pelayanan Sosial,” jelas Sinoeng.

Terkait penyelenggaraan “Pesta Rakyat Jateng 2019” itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov Jawa Tengah, Sri Puryono, mengajak semua pihak ikut memeriahkan.

“Saya minta semua pihak ikut memeriahkan ‘Pesta Rakyat 2019’. Pemerintah kabupaten/kota agar menunjukkan potensi daerah agar diketahui masyarakat luas,” tandasnya.

Sekda menambahkan, selain diramaikan kegiatan festival kopi, minum jamu bersama, serta pameran bermacam produk pertanian, usaha mikro kecil, menengah (UMKM), serta karya pelajar dan difabel, “Pesta Rakyat 2019” juga diisi kegiatan bakti sosial seperti pemugaran rumah tidak layak huni, penjulan bahan pokok dengan harga murah, dan layanan kesehatan bagi warga tidak mampu.

Upacara pembukaan “Pesta Rakyat Jateng 2019” diadakan di Alun-alun Wonogiri. Acara pembukaan yang dilakukan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, akan dimeriahkan dengan tarian kolosal “Kethek Ogleng”, kentongan massal, serta kesenian khas daerah dari berbagai kabupaten/kota.

Selain seni hiburan, ada 15 stan pameran di GOR Giri Mandala Wonogoiri yang akan memamerkan berbagai produk unggulan di berbagai bidang, job fair, seminar kebangsaan, lomba desain batik, lomba campursari dan macapat bagi pelajar, festival olahraga rekreasi daerah, serta Jateng bersalawat.

Sementara pada acara penutupan, diadakan lomba olahraga tradisional, tatah sungging, menggambar, serta ajang karya difabel serta fun bike bersama Gubernur Ganjar Pranowo dengan doorprize menarik.

Asatu.id, berita semarang, asatu, sinoeng r noegroho, disporapar, pesta rakyat jateng 2019

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *