Jangan Bosan Belajar dan Berdoauntuk Berprestasi Internasional

SEMARANG (Asatu.id) – Abdul Malik Nurrokhman (17), remaja asal Purworejo berhasil menorehkan prestasi dengan mengharumkan nama Indonesia di ajang International Olympiad in Informatics, di Baku, Azerbaijan, 4-11 Agustus 2019 lalu.

Anak kelima dari delapan bersaudara tersebut berhasil menyabet medali emas untuk olimpiade komputer dalam perlombaan tingkat internasional yang diikuti 88 negara itu.

Saat bersama tiga rekannya dari SMA Semesta bertemu dengan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, di Ruang Kerja Gubernur Jawa Tengah, Rabu (14/8), Abdul Malik mengungkapkam, capaian tersebut merupakan prestasi terbaik dalam sejarah lomba ini bagi Indonesia.

Ditanya sejak kapan belajar mengenai ilmu komputer oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mahasiswa Ilmu Komputer Universitas Gadjah Mada mengaku baru mempelajari ilmu komputer sejak kelas X SMA.

“Saya belajar sendiri dari internet. Ya intinya jangan bosan belajar, jangan bosan untuk berdoa,” ungkapnya.

Tak hanya Abdul Malik, pada hari yang sama, Ganjar juga didatangi para pelajar berprestasi Tim Sepak Bola Special Olympics Jawa Tengah mewakili Indonesia, yang baru saja meraih juara pertama pada Klasifikasi Divisioning II Putri, pada Kejuaraan Special Olympics International Football Championship India 2019. Tak hanya itu, satu dari delapan atlet dalam tim tersebut, yakni Jumi Yuliatun, dinyatakan sebagai peraih gol terbanyak, dengan enam gol.

Pelatih Tim Sepak Bola Special Olympics Jawa Tengah, Andi Permadi menyampaikan, sebelum berangkat ke India, tim melakukan training center di Stadion Diponegoro, Semarang. Timnya berhasil masuk babak semifinal setelah pada babak penyisihan mengalahkan Bangladesh dengan skor 2-1, seri saat melawan Uni Emirat Arab (1-1), namun kehilangan poin saat menghadapi Filipina dengan skor 0-2.

“Tapi kita masuk semifinal. Di semifinal kita menang 6-0 melawan Maldives. Kemudian di final kita bertemu lagi dengan Uni Emirat Arab dan kita menang 2-1,” jelasnya.

Andi pun mengaku bangga karena anak-anak Tim Sepak Bola Special Olympics Jawa Tengah mempunyai mental, disiplin, dan kepatuhan yang luar biasa. Sehingga memudahkan dalam menyatukan chemistry satu sama lain.

“Kemudian anak-anak ini mempunyai mental yang bagus disiplin dan kepatuhannya sangat luar biasa, dia mengikuti semua yang diarahkan disitu. Ini anak-anak yang luar biasa disini. Harapan ke depannya kita bisa lebih baik lagi,” ungkapnya.

Asatu.id, berita semarang, asatu, siswa jateng, temui ganjar, juara lomba internasional

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *