Guyonan dengan Menteri Susi di Medsos, Ganjar: Pejabat Tidak Boleh Jaim

SEMARANG (Asatu.id) – Cuitan antara Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tentang mengupas kelapa, viral di media sosial. Perbincangan keduanya di akun Twitter pun direspon kocak warganet.

Hal itu bermula saat Susi membagikan video ketika ia mengupas kelapa di Festival Pulo Dua di Kecamatan Balantak, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Jumat (26/7) lalu.

Dengan tangan kosong dan sesekali menggunakan besi seperti parang, Susi yang mengenakan rompi merah berlogo Palang Merah Indonesia (PMI) terlihat berhasil mengupas kelapa kurang dari semenit.

“Mengulang keahlian 40 tahun yang lalu,” kicau Susi melalui akun Twitter pribadinya @susipudjiastuti yang telah ditonton lebih dari 383 ribu viewer. Sontak aksi menteri yang getol memerangi illegal fishing ini langsung disambar Ganjar.

“Kirain atraksi debus! Deg-degan liatnya, kirain ngupasnya mau pakai gigi,” ledek Ganjar melalui akun Twitternya @ganjarpranowo.

Balasan Ganjar itu pun langsung dibanjiri beragam komentar warganet. Mulai dari meminta Susi untuk “menenggelamkan” Ganjar hingga adu cepat lomba mengupas kulit kelapa pada 17 Agustus nanti. Selain itu, ada juga yang memuji gaya komunikasi keduanya.

“Seneng saya melihat beliau-beliau ini becanda. Seorang pejabat harusnya bgini, saling sapa di medsos dgn candaan,” tulisnya akun Twitter @MasChan_pps.

Selang dua hari, adu balas cuitan itu masih berlanjut. Menteri Susi kembali membalas ledekan Ganjar. Ia menantang Ganjar melakukan atraksi serupa. “Iso ne ngledek thok.. jajal iso pora?,” balas Susi yang diamini warganet, Selasa (30/7/2019).

Guyonan Ganjar dengan Susi ini bukanlah yang pertama. Keduanya terhitung sering berkomunikasi lewat media sosial, bukan hanya soal yang remeh temeh, melainkan juga terkait kebijakan atau aduan.

Selain dengan Susi, Ganjar melalui laman Instagramnya juga pernah mengunggah sebuah foto lelucon (meme) yang memotret Presiden Joko Widodo, Sekretaris Kabinet Pramono Anung Wibowo dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono.

Dalam foto itu, Basuki yang terlihat sedang duduk ditanyai Presiden Jokowi “Bapak namanya siapa?” dan ditimpali Pramono dengan tulisan “Udah makan belum? Gimana tadi ceritanya kok bisa ditinggal cucunya?”.

Ganjar sendiri mengatakan sejumlah menteri saat ini memang enak diajak ngobrol dan bercanda termasuk Menteri Susi.

Gaya komunikasi semacam ini, ungkapnya, memang perlu, untuk mengubah dan merontokkan gaya aristokrat para pejabat.

“Ini membuat masyarakat jadi tidak takut berkomunikasi dengan pejabat, intinya zaman sekarang itu pejabat tidak boleh jaim, yang natural saja. Supaya tidak ada sekat dengan rakyat,” tandasnya.

Sementara itu, Pengamat komunikasi Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Triyono Lukmantoro mengomentari, lontaran saling meledek antara sosok Menteri dan Gubernur menunjukkan keduanya memang sudah akrab.

Apalagi selama ini Ganjar dikenal memiliki ciri khas komunikasi yang njawani.

“Saya kira gaya berkomunikasi Pak Ganjar sudah baik, terbuka. egaliter atau kesederajatan, dan juga menggunakan bahasa yang mudah dipakai masyarakat. Inilah ciri khas dari komunikasi yang njawani, benar-benar khas Jawa Tengah. Kultur Jawa yang kalau bicara tidak menyombongkan diri, kultur yang tidak menempatkan diri (lebih tinggi). Tetapi masyarakat itu ingin disapa, diperlakukan egaliter, ingin diajak berembug secara baik dan ingin dirangkul,” papar Triyono atau yang akrab disapa Mas TL itu.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *