Wagub: UKW Jawab Fenomena Turunnya Kepercayaan Masyarakat terhadap Wartawan 

SEMARANG (Asatu.id) – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengapresiasi uji kompetensi yang terus dilakukan PWI Jateng.

Menurutnya, uji kompetensi sangat penting mengingat fenomena akhir-akhir ini kepercayaan masyarakat terhadap pemberitaan mulai menurun. 

Wagub mengakui adanya fenomena masyarakat yang kadang kesulitan membedakan mana berita yang benar, mana yang benar-benar pemberitaan abal-abal. Maka uji kompetensi ini benar harus dilakukan.

Hal itu disampaikan Wagub saat membuka Uji Kompetensi Wartawan PWI Jateng, di Star Hotel, Kamis (25/7). Hadir dan ikut  memberi sambutan, Komisi Pendidikan PWI Pusat, Hendro Basuki.

“Kalau saat ini ada 35 wartawan muda yang diuji, mungkin ke depan bisa dikembangkan lagi, diperbesar. Sehingga kepercayaan masyarakat, oh, ini lho wartawan ini sudah diuji kompetensi oleh para pakar, para seniornya. Sehingga kode etik, UU Pers, UU ITE dan sebagainya bisa diterapkan, dan bisa memberikan contoh pada masyarakat,” kata Gus Yasin, panggilan akrab Wagub Jateng.

Mengingat belakangan ini masyarakat juga menjadi bagian dari media, dengan perkembangan media sosial yang semakin pesat, Gus Yasin meminta agar PWI pun ikut memberikan pembelajaran kepada masyarakat. Sehingga masyarakat tahu mana kode etik yang harus ditaati, UU ITE, UU Pers, dan sebagainya.

“Maka disinilah mari kita membuka diri, memberikan pencerahan kepada masyarakat. Dan uji kompetensi wartawan sangat dibutuhkan pada saat ini,” tandasnya.

Sementara Komisi Pendidikan PWI Pusat, Hendro Basuki menegaskan, pergeseran media di era yang penuh disruption, tak membuat cara kerja media berubah.

Manajemen newsroom, lanjut Hendro, tetap tidak berubah. “Mereka hanya perlu beradaptasi menyesuaikan dengan kondisi yang ada sekarang,” tuturnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *