Rayakan Hari Anak Nasional, Mal Ciputra Berikan Layanan Kesehatan Gigi dan Mata Gratis di SDN 04 Ngaliyan

Pemeriksaan kesehatan mata siswi SDN 04 Ngaliyan oleh dokter dari Rs William Booth

SEMARANG (Asatu.id)  – Dalam rangka Hari Anak Nasional, sekaligus sebagai rangkaian CL Care 25 Years, Mal Ciputra Semarang bekerja sama dengan Rumah Sakit Umum (RSU) William Booth menyelenggarakan kegiatan sosial terpadu bidang kesehatan. Kegiatan berupa pemeriksaan gigi dan mata gratis untuk semua siswa SD Negeri Ngaliyan 04 Semarang, Kamis (25/7).

Event bertajuk ‘Aku Anak Indonesia : Mataku Sehat, Gigiku Kuat’ ini, melibatkan Tim medis yang terdiri atas Dokter Spesialis Mata, Dokter Spesialis Gigi dan perawat.

“Kita libatkan seluruh murid dari kelas I sampai kelas VI untuk melakukan pemeriksaan gigi dan mata. Dengan jumlah total sebanyak 126 siswa,” kata Promotion Manager Mal Ciputra Semarang, Catur Agus Joko Widodo.

Untuk pemeriksaan gigi lanjut Catur, dokter sebatas mengecek kondisi gigi siswa. Tindakan lanjutan yang diperlukan dituliskan sebagai informasi untuk orang tua guna penanganannya. Sementara untuk pemeriksaan mata, dokter mengecek kesehatan mata secara menyeluruh.

“Dilakukan juga pengecekan mata minus, plus atau silindris untuk siswa. Bagi siswa yang terdiagnosa salah satunya, Mal Ciputra akan memberikan kaca mata gratis,” ungkapnya.

Tidak hanya pemeriksaan, Mal Ciputra juga mengajak serta 70 siswa kelas IV, V dan VI SDN Ngaliyan 04 Semarang untuk mengikuti kegiatan field trip ‘Gantungkan Cita-citamu Setinggi Langit’.

“Ini merupakan kegiatan rutin tahunan Mal Ciputra, lokasi selalu berbeda-beda dan ini sudah masuk tahun ke 10. Tujuan kali ini ke Cimory untuk mengenalkan perawatan sederhana beberapa satwa, utamanya sapi,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SD Negeri Ngaliyan Supireno mengapresiasi kegiatan social bidang terpadu kesehatan yang gelar oleh Mal Ciputra Semarang di SDN Negeri 04 Ngaliyan. Menurutnya kegiatan sosial tersebut sangat bermanfaat bagi anak didiknya.

Positif sekali karena ada instansi lain yang perduli dengan sekolah kami, memang seperti ini kondisi sekolah pinggiran. Namu kami sebagai pengajar terus berusaha untuk membawa peserta didik untuk  selalu dapat berprestasi,” imbuhnya. (bud)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *