Gus Yasin Lepas Calon Jemaah Haji Kloter 56 Embarkasi Solo

BOYOLALI (Asatu.id) – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen melepas 359 jemaah calon haji kloter 56 Embarkasi Solo di Asrama Haji Donohudan, Selasa (23/7).

Mereka adalah jemaah calon haji asal Kabupaten Rembang dan Blora dan petugas kloter yang mendampingi.

Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Embarkasi Solo (PPIH), Farhani menjelaskan, total jemaah calon haji Embarkasi Solo sejumlah 34.177 orang.

Dari jumlah tersebut, 30.610 di antaranya adalah jemaah calon haji asal Jawa Tengah, sedangkan 3.567 jemaah calon haji lainnya berasal dari DI Yogyakarta. Jemaah calon haji asal Jawa Tengah tergabung ke dalam 97 kloter.

“Dari 97 kloter, yang sudah kita berangkatkan semuanya ada 55 kloter, dengan jumlah jemaah 19.704 jemaah. Sore hari ini insyaAllah kita berangkatkan jemaah calon haji asal kabupaten Rembang dan Blora sejumlah 359 jemaah yang tergabung dalam kloter 56. Ada satu seat yang kosong dan lima petugas kloter. Setiap kloter Insyaallah didampingi petugas kloter,” kata Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah itu.

Gus Yasin, sapaan akrab wakil Gubernur bersyukur, proses pemberangkatan 56 kloter jemaah calon haji asal Jawa Tengah hingga saat ini berlangsung lancar.

“Mulai dari awal pemberangkatan sampai kloter 56 ini alhamdulillah lancar, imigrasi bagus, semua dicek, dan pemberangkatannya cepat,” ujarnya.

Putera ulama kharismatik KH Maimoen Zubair itu membeberkan, jumlah jemaah calon haji asal Jawa Tengah kategori risiko tinggi selama beberapa tahun terakhir semakin berkurang.

Dua tahun silam, jumlah jemaah calon haji yang masuk kategori tersebut mencapai 80 persen. Saat ini jumlahnya berkurang menjadi sekitar 60 persen.

“Alhamdulillah dari Saudi ada tambahan kuota sehingga jemaah calon haji risiko tinggi bisa kita berangkatkan setiap tahun lebih cepat. Dua atau tiga tahun kedepan saya berharap jemaah calon haji risiko tinggi bisa dikatakan hingga 30 persen,” harapnya.

Mantan anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah itu meminta para jemaah calon haji saling bahu-membahu ketika berada di Tanah Suci. Karena gotong-royong merupakan budaya Jawa Tengah yang mesti dijunjung.

Dia mencontohkan, jemaah calon haji yang usianya relatif muda dapat membantu jemaah lainnya yang masuk kategori risiko tinggi.

“Saya berpesan kepada para jemaah calon haji untuk saling menjaga, saling mengingatkan mulai dari kesehatan karena biasanya jemaah Indonesia itu pola makannya susah mereka lebih mementingkan untuk ibadah di masjid daripada menjaga stamina. Mungkin terkadang berat untuk melakukan perjalanan dari pemondokan ke Masjidil Haram atau dari hotel di Madinah menuju ke masjid Nabawi, maka ini harus dikerjakan dengan kerja sama yang baik. Kultur Jawa Tengah menika dipunjagi,” pesannya.

Gus Yasin berharap, para jemaah calon haji dapat khidmat menunaikan ibadah. Dia tidak ingin, jemaah terlena dengan keindahan Tanah Suci, kemudian justru melakukan hal-hal yang dapat mengurangi kekhusyukan ibadah.

“Niki mboten perjalanan pariwisata, ampun katah selfie, dimanfaataken mawon kangge ibadah, katah donga kangge Pemerintah Provinsi Jawa Tengah supados saget memberikan pelayanan kanthi sae,” tandasnya.

Gus Yasin berpesan, apabila muncul keluhan, jemaah diminta segera menyampaikan kepada petugas haji yang mendampingi.

Dia pun teringat pengalamannya ketika menjadi petugas haji sekitar tiga tahun silam. Dia begitu bahagia saat bisa membantu jemaah haji di Tanah Suci.

“Tahun 2017 saya pernah mendampingi jemaah haji dari Jawa Tengah, menjadi petugas. Saya pun pernah merasakan bagaimana manfaatnya ketika jemaah didampingi oleh petugas. Mboten usah sungkan menawi wonten keluhan nopo mawon, entah niku perihal ibadah atau kesehatan, silakan sampaikan. InsyaAllah petugas siap melayani panjenengan sedaya,” pungkasnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *