Revitalisasi Kota Lama Butuh Sentuhan Seniman dan Investor

SEMARANG (Asatu.id) – Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menandaskan, awasan Kota Lama Semarang butuh sentuhan. Saat ini, sebagai bangunan peninggalan Belanda, Kota Lama memang terus bersolek. 

Karena baru sebagian direvitalisasi itulah, dukungan investor, pemilik bangunan, seniman maupun lembaga keuangan sangat dibutuhkan agar Kota Lama menjadi destinasi wisata andalan di Jawa Tengah.

“Kota Lama jelas butuh sentuhan, ya dari seniman, pemilik gedung, investor. OJK mungkin bisa mengajak industri jasa keuangan untuk membuat Kota Lama menjadi lebih menarik,” kata Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

Pernyataan Ganjar itu disampaikan saat Gowes Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional III Jateng-DIY dan Industri Jasa Keuangan (IJK), Minggu (21/7) pagi lalu, yang menempuh rute sejauh 7 kilometer.

Dengan mengambil start dari Kantor OJK Jalan Kiai Saleh, para pesepeda pun mengayuh sepedanya ke Jalan Veteran-Jalan Sriwijaya-Jalan MT Haryono-Bundaran Bubakan, Jalan Cenderawasih-Jalan Letjen Suprapto dan singgah di depan Taman Sri Gunting, Kawasan Kota Lama.

Saat singgah di depan Taman Sri Gunting, Ganjar, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso dan Kepala OJK Kantor Regional III Jateng-DIY Aman Santosa menyerahkan gerobak angkringan kepada 10 pedagang.

Ganjar menambahkan, Kota Lama dibangun dengan susah payah. Sehingga, yang sudah menjadi potensi, harus terus didorong. Misalnya, dengan dipindahnya pedagang barang antik ke dalam gedung, tentu mereka harus dibantu dengan promosi dan menggelar beragam event agar setiap malam ada keramaian.

“Di dunia tidak ada sepuluh yang seperti ini. Warga Berlin, Belanda datang ke sini minta dibangun lebih menarik. Tentu ini akan menjadi pendukung pengungkit ekonomi Indonesia,” tandasnya.

Wimbo Santoso menegaskan, kegiatan olahraga bersama dengan bersepeda itu dalam rangka mengenal anatomi Kota Semarang dan Jawa Tengah. Dengan sinergi yang baik, Jateng perlu didorong potensinya, karena memiliki semua yang ada, seperti budaya, industri dan infrastruktur yang baik.

Sementara Direktur Utama Bank Jateng Supriyatno yang juga turut nggowes pun meminta Ganjar dan rombongan, singgah di Gedung Bank Jateng Jalan Pemuda untuk meresmikan rumah singgah untuk nasabah yang diberi nama Griya Virtual.

“Kalau di Melbourne, ada perpustakaan bagus, berbentuk dum. Ini bisa ditambah buku-buku. Televisi besar yang sudah ada ini bisa untuk menampilkan tayangan wisata maupun kuliner di Jateng,” usul Ganjar kepada Supriyatno.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *