Minat Masyarakat Gunakan Trans Semarang Terus Meningkat

SEMARANG (Asatu.id) – Layanan Transportasi Umum Trans Semarang saat ini semakin digemari oleh masyarakat Kota Semarang. Hal ini terlihat adanya kenaikan yang cukup signifikan dalam kurun waktu 2 tahun terakhir.

Kepala Badan Layanan Umum (BLU) Trans Semarang Ade Bhakti Airawan mengatakan, dalam kurun waktu dua tahun terakhir, yakni 2017 hingga 2019 mengalami kenaikan rata-rata 12 ribu orang per hari. Dimana jika dilihat dari data, pada tahun 2017 rata-rata penumpang perhari mencapai 21 ribu orang, sedangkan di tahun 2019 mencapai 33 ribu orang.

“Berbagai inovasi dilakukan untuk menarik minat masyarakat menggunakan BRT. Seperti ticketing yang saat ini menggunakan system elektronik dan kebijakan pembayaran non tunai,” katanya, Senin (22/7).

Lebih lanjut, Ade mengungkapkan, digitalisasi layanan Trans Semarang juga dilakukan dalam bentuk pembuatan aplikasi yang mempermudah warga masyarakat yang akan menggunakan BRT Trans Semarang, yag dapat didonload di IOs maupun Android.

“BRT Trans Semarang terus meningkatkan transaksi non tunai. Salah satunya dengan mengadakan berbagai promo. Saat ini pengguna jasa dapat menikmati promo Go Pay cashback 50 persen hingga 30 September 2019 dan promo LinkAja cashback 20 persen hingga 31 Juli 2019,” ungkapnya.

Ade pun mengungkapkan, keberadaan system transaksi non tunia lebih mempermudah masyarakat dalam hal pembayaran.

“Menggunakan system pembayaran non tunai seperti LinkAja dan GoPay juga memiliki macam promo yang menarik. Sehingga masyarakat saat ini lebih antusias untuk menggunakan layanan BRT,” katanya.

Ade menuturkan, di tahun 2019 BRT Trans Semarang menargetkan pendapatan non tunai sebesar 10 persen dari total pendapatan. Dan hingga Juni 2019 target tersebut sudah tercapai 9,03 persen.

‘’Target pendapatan BRT trans Semarang di tahun 2019 sebesar Rp 31.945.805.000, dan hingga Juni 2019 telah diperoleh Rp14.398.867.577. Dari Pendapatan tersebut sebanyak Rp1.300.121.000 diperoleh dari transaksi nontunai,’’ ungkapnya.

Pihaknya optimis target 10 persen tersebut akan dapat dicapai dengan semakin meningkatnya pengguna jasa BRT hingga 33.000 orang per hari.

“Dengan kemudahan bertransaksi melalui non tunai ini, diharapkan pengguna jasa mau beralih dari pembayaran tunai ke pembayaran non tunai yang memiliki beragam promo,” imbuhnya.

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *