Gegap Gempita dan Pesan Budaya pada Opening Ceremony ASG 2019

SEMARANG (Asatu.id) – Suasana pembukaan atau Opening Ceremony ASEAN Schools Games (ASG) XI yang diselenggarakan di Holy Stadium JKI Injil Kerajaan Semarang, berlangsung sangat meriah, Kamis (18/7).

Bahkan Tim Manager Badminton Singapura, Faizan Mohamad Nor (45), terkagum-kagum melihat parade defile yang mengenakan kostum nasional dari Indonesia.

Ia tak menyangka di Indonesia terdapat beberapa kostum nasional yang mencirikan masing-masing daerah.

“I’m surprissed, tadi every country have some maskot, every country ada wanita yang berarak sungguh cantik sekali,” ucap Faizan yang mengaku baru kali pertama melihat berbagai kostum nasional Indonesia.

Menurutnya, kostum yang dipakai sangat berwarna. Melalui upacara pembukaan tersebut, kata Faizan, dirinya bisa sekaligus mempelajari kebudayaan di Indonesia yang beragam.

Tak hanya itu, Faizan juga kagum dengan hiburan yang ditampilkan. Mulai dari gamelan, Tari Pesona Jawa Tengah, hingga penampilan penyanyi ibukota Virzha yang membawakan benerapa lagu andalannya, seperti Separuh Nafas, Tentang Rindu dan lainnya.

“Sungguh megah, especially Virzha. Saya sungguh kagum lihatnya, very-very entertaining. He can engage the crowd and i’m very impressed,” ungkapnya kagum.

Senada dengan Faizan, pelajar asal Thailand, Thyme Sanglertsilpachai, juga terhibur dengan Opening Ceremony ASG XI ini. Menurutnya, pertunjukan yang ditampilkan menarik dan luar biasa.

“I think is good, very funny and we would like very excited to see the show,” ungkap siswa Satit Patumwan Demonstration School, Thailand itu.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menyampaikan, Opening Ceremony ASG XI 2019 ini mampu membuat suasana damai. Sehingga mampu menginspirasi, menyatukan perbedaan dengan semangat kebersamaan satu tujuan.

“Anak-anak muda di ASEAN saat ini berkumpul, mereka bisa berteman, mereka bisa bergaul. Setidaknya ini membuat suasana damai, dan suatu ketika mereka bertemu lagi, mereka merasa ini suasana friendship yang sangat baik,” ungkapnya.

Ditambahkan, kesempatan lain yang didapatkan dari kegiatan ini adalah meningkatnya kunjungan pariwisata. Melihat potensi tersebut, Ganjar akan terus berupaya mengembangkan sport tourism.

Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Imam Nahrawi menambahkan, atlet-atlet muda se-Asia Tenggara kelak akan membanggakan ASEAN, dan dipersiapkan menuju Asian Games atau Olimpiade.

“Di momentum inilah mereka akan memberikan bukti bahwa selama ini lewat sekolah, club maupun komunitas-komunitas olahraga bisa bersaing di level pelajar ASEAN,” tandasnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *