BNN Jateng Serahkan Pelaku TPPU Jaringan Narkotika Sancai ke Kejati Jateng

SEMARANG (Asatu.id) – Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah menerima penyerahan tahap dua pelaku Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) jaringan narkoba Christian Jaya Kusuma alias Sancai yang bernama Fachrul Razi dari Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah.

Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah Yunan Harjaka mengatakan, TPPU tersebut berawal dari adanya Tindak Pidana Narkotika di Wilayah Semarang, yang dilakukan oleh Cristian Jayakusuma alias Sancai dan Dedi Kenia Setiawan.

“Pada kasus tersebut Sancai telah diputus Pengadilan Negeri (PN) Pekalongan dengan pidana penjara 13 tahun , dan PN Semarang selama 15 tahun penjara.
Sementara Dedi Kenia Setiawan diputus PN Semarang selama 15 tahun penjara,” Kata Yunan, Jumat (19/7).

Dari hasil pendalaman yang dilakukan, lanjut Harjaka, ditemukan adanya aliran dana dari hasil peredaran narkotika tersebut. Dimana pengelolaan dana dari hasil transaksi narkotika tersebut, Sancai membuat rekening atas nama Saniran, dan Carles Cahyadi.

“Saniran sudah diputus PN Cilacap selama 1 tahun, dan Carles Cahyadi diputus 2 tahun penjara, serta Sancai juga dihukum hakim PN Cilacap selama 5 tahun 6 bulan,” jelasnya

Aliran dana tidak hanya berhenti kepada Saniran, dan Carles Cahyadi. Aliran dana yang masuk di rekening Saniran, ternyata ditemukan aliran ke bank BCA, BRI, BNI, Mandiri atas nama Yamani Aburizal, Arahman.

“Setelah dilakukan pelacakan pemilik asli ketiga rekening tersebut Fachrul Razi,”terangnya.

Hasil penyidikan, kata Kajati, diperoleh fakta bahwa tersangka menerima aliran dana di rekeningnya dengan cara tersangka dihubungi oleh Miming (belum tertangkap) untuk membuka rekening. Namun pembukaan rekening tersebut tidak menggunakan identitas tersangka.

“Identitas berupa KTP, Kartu Keluarga, dan SIM akan dikirimkan Miming menggunakan TIKI. Tersangka kemudian mebuka rekening BRI, BNI, dan Mandiri di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah,”papar Kajati

Kemudian, lanjut Kajati, Miming memberitahukan bahwa dana-dana hasil kejahatan narkotika yang akan masuk ke 7 rekening atas nama Aburizal dan Arahman.

“Sementara tersangka masih menggunakan rekening istri dan keponakannya untuk menerima uang dari hasil narkotika,”ujarnya.

Ia pada perkara tersebut barang yang diserahkan ke Kejati berupa uang tunai Rp 2.831.500.000, dan dana yang terblokir senilai Rp 1.148.606.000. Total semua dana yang diserahkan pada peyerahan tahap dua Rp 3.980.106.000.

“Selain itu juga ada barang bukti yang sudah dibelikan tanah berada di daerah Cilik Riwut Kapuas, Kalimantan Tengah, dan dua unit sepeda motor,” imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, BNNP Jateng menangkap Fachrul Razi di Jalan Cilik Riwut, Selat Dalam Kapuas, Kalimantan Tengah pada Selasa (26/3/2019) lalu).

Dari hasil pemeriksaan, Fachrul mengaku diperintah oleh rekanya berinisial MM untuk menerima uang Sancai. MM merupakan teman sekolah Fachrul yang saat ini berada di Thailand.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *