Aksi Free Style, Safety Riding hingga Aksi Sosial Ramaikan Perayaan Anniversary KBBS ke 4

SEMARANG (Asatu.id) – Anniversary ke 4 Keluarga Besar Bikers Semarang (KBBS) menggelar KBBS Explorer Semarang dengan menggandeng seluruh komunitas sepeda motor, di Halaman Balaikota Semarang, Sabtu (6/7).

Berbagai pertunjukan pun digelar, seperti live music, atraksi free style dari komunitas Lunpia Extreme, sosialisasi safety riding, dan musik dangdut sebagai penutup di puncak gelaran anniversary ke 4 KBBS itu.

Ketua KBBS Pramudho Sasmito Adhi, mengatakan,  dengan digelarnya acara tersebut, diharapkan dapar mempererat kebersamaan antar anggota KBBS, dan lomunitas- komunitas sepeda motor yang tergabung di dalamnya.

“Untuk memeriahkan dan sebagai upaya untuk mempererat kebersamaan antar anggota,” katanya.

Lebih lanjut, Pram mengungkapkan, di usia ke 4 tahun ini, pihamnya ingin memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa komunitas motor tidak melulu berbau negatif, melainkan pihaknya ingin menampilkan sosok klub sepeda motor yang semakin ramah.

“Sebagai edukasi, kami juga menghadirkan dari Satlantas Polrestabes Semarang untuk memberikan sosialisasi safety riding oleh AKP Ryke,” ungkapnya.

Selain itu, kegiatan lainnya yakni KBBS menggelar Rolling City, dimana seluruh anggota komunitas atau club motor yang tergabung dalam KBBS melakukan tour dari tempat wisata ke tempat wisata lain yang ada di Kota Semarang.

“Tujuannya untuk memperomosikan destinasi wisata yang ada di Kota Semarang, karena yang hadir kan juga bukan hanya dari komunita motor yang ada di Semarang saja, melainkan dari luar Semarang juga hadir,” ungkapnya.

KBBS lanjut Pram, juga secara rutin menggelar aksi sosial, yakni dengan memberikan bantuan atau santunan di beberapa panti asuhan. Lebih dari itu, dengan menggandeng komunitas difabel, KBBS juga ingin mengajak warga agar lebih dapat menghormati mereka saat berkendara.

“Compacc (Komunitas Motor Penyandang Cacat) ini kini juga sudah bergabung dengan kami. Jadi total ada 74 klub dan komunitas motor di Kota Semarang yang sudah bergabung dari total 154 klub yang ada,” tandasnya.

Ditambahkan, dengan bergabung dengan KBBS, pihaknya ingin mengajak seluruh anggota klub motor untuk lebih santun dan patuh aturan dalam berkendara. Stigma tentang genk motor atau aksi ugal-ugalan pengendara sepeda motor harus dapat dihapuskan.

Selain itu, klub motor yang bergabung juga mendapat kesempatan fasilitasi.

“Misal ada klub motor yang kesulitan mencari tempat tongbar akan kami bantu tentunya dengan mengindahkan aturan dan etika yang ada,” imbuhnya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *