Kunjungi SMP Hasanuddin 7 Semarang, Juliari P Batubara Dorong Sekolah Swasta Dikelola Mandiri dan Kreatif

Anggota DPR RI Juliari P Batubara saat melakukan kunjungan kerja di SMP Hasanuddin 7 Semarang, Sabtu (6/7).

SEMARANG (Asatu.id) – Anggota DPR RI Komisi VI, Juliari P Batubara mengatakan, pengelolaan sekolah swasta harus dilakukan dengan mandiri dan kreatif, hal ini bertujuan untuk dapat memenuhi sehala kebutuhan baik sarana dan prasarana siswa.

Sepertihalnya untuk pemenuhan fasilitas Program Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang berlakukan pemerintah dalam beberapa tahun terakhir.

“Jika sekolah Negeri sudah difasilitasi lab komputer. Sementara masih banyak kan sekolah swasta yang belum memiliki lab Komputer, sehingga mereka dituntut untuk kreatif serta mandiri untuk pemenuhan fasilitas tersebut,” kata Juliari, usai kunjungan kerja sekaligus penyerahan bantuan 20 unit komputer dari program  bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, di SMP Hasanuddin 7 Semarang, Sabtu (6/7).

Lebih lanjut, Ari sapaan akrab Juliari itu mengungkapkan, sekolah swasta harus bisa bersaing dengan sekolah negeri. Sehingga baik secara kualitas pendidikan maupun fasilitas mau tidak mau juga harus dapat lebih mandiri.

“Karena kan sekokah swasta tidak memperoleh bantuan dari negara,” katanya.

Salah satu solusinya adalah dengan bekerja sama dengan Corporate Social Responsibility (CSR).

“Program bantuan CSR dari Bank Mandiri sebanyak 20 unit komputer untuk SMP Hasanuddin 7. Ini pihak sekolah sendiri yang mengajukan ke Bank Mandiri, kami sebagai DPR hanya bisa membantu untuk mengawal dan mendorong serta merekomendasikan ke BUMN mana yang bisa memberikan bantuan. Ini sesuai dengan bidang Komisi VI DPR RI,” katanya.

Bantuan CSR pun, lanjut dia, tidak semua bisa disetujui. Tidak semua pengajuan bisa dipenuhi seratus persen. Artinya juga mempertimbangkan apakah kebutuhan masyarakat tersebut memang benar-benar layak untuk diberikan bantuan atau tidak.

SMP Hasanuddin 7, menurut dia, termasuk layak dibantu mengingat selama ini tidak memiliki fasilitas komputer. Apalagi di era digital seperti sekarang ini, penyelenggaraan ujian sekolah dilaksanakan secara online dan berbasis komputer. Maka, sekolah dituntut memiliki fasilitas seperti laboratorium komputer.

“Jika tidak ada fasilitas, risikonya harus sewa. Kami bisa merekomendasikan ke BUMN untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang memang membutuhkan,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMP Hasanuddin 7, Ali Masyhar mengatakan bantuan tersebut merupakan pengajuan kepada CSR dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Atas fasilitas laboratorium komputer tersebut, pihaknya bisa bernapas lega. Sebab sekolah tersebut nantinya bisa menyelenggarakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) secara mandiri.

“Selama ini, pelaksanaan UNBK yang diselenggarakan sejak tiga tahun lalu, kami selalu menyewa laboratorium. Tentunya, hal itu membutuhkan biaya yang tidak sedikit,” kata Ali.

Bantuan senilai Rp 100 juta tersebut barupa 20 unit komputer dan perlengkapan dua AC, serta proyektor LCD. Namun demikian, laboratorium komputer tersebut belum bisa dioperasionalkan untuk online.

“Kami masih terkendala jaringan internet. Tapi sudah kami upayakan agar kebutuhan internet bisa segera terpenuhi,” imbuhnya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *