Kolaborasi Budaya Lokal dan Internasional Awali BIAPF 2019

MAGELANG (Asatu.id) – Kolaborasi beragam musik dan tarian daerah dari berbagai provinsi di Indonesia seperti Jakarta, Lampung, Aceh dan mancanegara, menjadi pembuka pelaksanaan Borobudur International Arts and Performance Festival (BIAPF) 2019 di Taman Lumbini, Borobudur, Magelang, Jumat (5/7) malam. Perhelatan yang diselenggarakan untuk kali kelima itu mengusung tema “Harmony in Diversity“.

Tak hanya tari-tarian, pertunjukan musik dari komunitas musik Hai Mister yang beranggotakan seniman Indonesia dan Hungaria, tampil memukau. Mereka membawakan lagu tradisional Hungaria yang berjudul Devil Road.

“Kami memperkenalkan kepada masyarakat Indonesia dan dunia bahwa ada lho volk music dari negara-negara luar,” ujar Gaga, anggota Hai Mister seusai tampil.

Alat musik yang digunakan Hai Mister adalah instrumen tradisional seperti mandolin dan akordeon. Menurutnya instrumen tersebut lebih merakyat, sekaligus mengenalkan kearifan lokal.

Tampil di BIAPF 2019, membawa kesan tersendiri bagi Suzana, anggota Hai Mister. Dia senang bisa tampil diacara ini, apalagi wanita itu berkesempatan tampil dengan mengenakan kebaya khas Jawa Tengah.

“Saya mau bilang kata matur nuwun untuk Anda semua,” ungkapnya di atas panggung, yang disambut tepuk tangan dan gelak tawa penonton.

Borobudur International Arts and Performance Festival (BIAPF) 2019 dibuka dengan dibunyikannya alat musik tradisional truntung oleh Asisten Ekbang Peni Rahayu dan Direktur Utama Badan Otoritas Borobudur Indah Juanita, dilanjutkan dengan penampilan dari komunitas musik Kuaetnika dan Virzha.

Dalam sambutan yang dibacakan Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekda Provinsi Jawa Tengah Peni Rahayu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyampaikan, selain menjadi hiburan bagi masyarakat, seni dan budaya, acara tersebut menjadi alat pemersatu Indonesia. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *