Usung Pesan Keharmonisan dalam Keberagaman, BIAPF Siap Digelar

SEMARANG (Asatu.id) – Untuk ke lima kalinya, kegiatan Borobudur International Arts and Performance Festival (BIAPF) bakal digelar, yakni pada 5-7 Juli 2019. Gelaran tahun ini tak hanya menampilkan kesenian dari beberapa kabupaten dan kota di Jawa Tengah saja, tetapi juga dari provinsi lain, bahkan dari sejumlah negara.

Sebelumnya, pada tahun 2003, 2007, 2013 dan 2018, event ini pernah digelar dengan rentang waktu empat tahunan dengan nama Boribudur Internasional Festival (BIF). Namun sejak 2018 berlanjut 2019 dan seterusnya akan digelar setiap tahun dengan nama Borobudur International Arts and Performance Festival (BIAPF).

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Jawa Tengah Sinoeng Nugroho Rachmadi menyampaikan, ada sejumlah negara yang sudah menyatakan kesiapannya untuk berpartisipasi pada BIAPF 2019, yaitu Meksiko, Hongaria, dan Spanyol.

“Sedang beberapa provinsi tetangga yang siap mengirim duta keseniannya, yakni DKI Jakarta, Lampung, Sulawesi Utara, Kabupaten Blitar Jawa Timur, Aceh, Kabupaten Muara Enim Sumatera Selatan dan Banten,” kata Sinung Nugroho Rachmadi, Selasa (2/7).

Menurut Sinung, sesuai dengan tema yang diusung, yaitu ”Harmony in Diversity”, pagelaran tersebut membawa pesan keharmonisan dalam keberagaman.

“Penjabarannya, di tengah keberagaman yang ada, mesti menjaga harmonisasi, keserasian, dan hubungan baik antardaerah maupun negara. Candi Borobudur sebagai ikon pariwisata Indonesia, bahkan sudah mendunia, diharapkan menjadi saksi peneguhan nilai-nilai keserasian,” tandasnya.

Sinung menambahkan, pihaknya akan tetap melibatkan masyarakat, seniman, penggiat dan pelaku wisata untuk berekspresi, tampil di dua area penyelenggaraan, yakni di Taman Lumbini Kompleks Candi Borobudur dan Candi Pawon Desa Wanurejo.

Sinung memaparkan, pagelaran BIAPF tahun ini memang dibagi di dua lokasi, yaitu di Taman Lumbini, Kompleks Candi Borobudur dan Candi Pawon. Untuk di Taman Lumbini pagelaran akan berlangsung dari pagi sampai sore. Setelah itu akan diteruskan dengan pertunjukan malam hari di Candi Pawon.

Pembagian waktu tersebut, kata Sinung, dimaksudkan agar event tahunan tersebut tidak mengganggu prosesi ibadah yang biasa dilakukan masyarakat di Candi Borobudur. Penyelenggaraan BIAPF sendiri sebenarnya sudah disesuaikan saat tidak ada upacara keagamaan di Candi Borobudur.

“Sebagai antisipasi, kami tetap melakukan koordinasi dengan pihak yayasan, umat Budha, dan Walubi,” kata Sinung.

BIAPF 2019 tidak hanya berisi pagelaran kesenian, tetapi juga akan diramaikan dengan pameran Tourism Trade and Investment (TTI) di Taman Lumbini yang menampilkan produk dari Dekranasda Provinsi Jawa Tengah dan 35 kabupaten/kota, serta provinsi tetangga seperti DKI Jakarta, Aceh, Lampung, dan Sulawesi Utara.

Ada juga Night Market Culinary and Craft Borobudur di Kawasan Candi Pawon yang akan memanjakan para pemburu dan pecinta beragam kuliner.

Pembukaan BIAPF akan berlangsung Jumat (5/7), malam. Pembukaan akan menghadirkan kolaborasi kesenian nusantara dengan internasional, serta penampilan kesenian tradisional lain. Acara-acara kesenian menarik lainnya akan berlanjut keesokan harinya. Masyarakat bisa datang menyaksikan tanpa dipungut biaya alias gratis. (Adv)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *