Penghargaan Lagi, Jateng Pertahankan Provinsi Terbaik Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

JAKARTA (Asatu.id) – Kabar baik lagi bagi masyarakat Jawa Tengah. Di bawah kepemimpinan Gubernur Ganjar Pranowo, Pemerintah Provinsi untuk kedua kalinya berhasil membawa pulang tropi penghargaan Anugerah Paritrana dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) bersama Badan Pengelolaan Jaminanan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan sebagai pemerintah provinsi terbaik.

Penghargaan tertinggi dalam upaya memaksimalkan penyelenggaraan perlindungan tenaga kerja melalui jaminan sosial ketenagakerjaan tersebut diserahkan Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melalui Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen di Istana Wapres RI, Jakarta, Rabu (3/7).

Ditemui usai acara, Wagub Jateng yang akrab disapa Gus Yasin itu mengatakan, nawacita Pemprov Jateng itu sebenarnya mensejahterakan masyarakat terlebih dahulu. Ketika pihaknya sudah mau mensejahterakan masyarakat, maka apapun yang disajikan pemerintah pusat, provinsi, hingga daerah akan diakomodir dan sinkronkan.

“Tahun depan tentu ini tantangan lebih berat buat kami. Karena mempertahankan itu lebih sulit ketimbang bekerja. Untuk capaian pekerja formal sudah 97 persen. Sedangkan kemarin (2018), target tahun depan meningkat satu persen menjadi 98 persen. Untuk pekerja nonformal sudah 76 persen. InsyaAllah ini yang akan kita tingkatkan demi menyejahterakan masyarakat,” katanya.

Bersama BPJS, sambung Gus Yasin, pihaknya akan lebih merangkul lagi masyarakat petani dan nelayan. Selain itu, Pemprov Jateng akan lebih memperhatikan kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi guru agama. Baik itu guru agama Islam, Kristen, Katolik, Budha, Hindu, dan lainnya.

“Mungkin masyarakat beranggapan kalau sudah punya BPJS Kesehatan itu cukup. Padahal salah satu izin berlayar harus menyertakan BPJS Ketenagakerjaan. Nah, ini kita dorong dan kemarin sudah kita musyawarahkan. Termasuk guru agama nanti kita kaver agar menjadi peserta (BPJS Ketenagakerjaan). Sehingga ketika mereka mengajarkan agama bisa nyaman,” sambung dia.

Sementara itu, Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah (Kanwil) Jateng dan DI Yogyakarta (DIY), Moch Triyono, menerangkan, pemenang dinilai berdasarkan cakupan kepesertaan, aspek regulasi, dan inisiatif terbaik. Pemprov Jateng menjadi pemenang pertama dengan mengungguli Provinsi Sumatera Selatan dan Kepulauan Bangka Belitung.

Disinggung mengenai jumlah peserta BPJS Ketenagakerjaan, lanjut dia, di wilayah Jateng sampai dengan Juni 2019 adalah 1,7 juta orang untuk tenaga kerja formal (penerima upah), 303.337 orang tenaga kerja informal (bukan penerima upah), dan 423.960 orang tenaga kerja jasa konstruksi.

Sedangkan jumlah perusahaan/badan usaha yang terdaftar mencapai 63.591 perusahaan. Untuk kebijakan produk hukum yang sudah diterbitkan dan masih berlaku berupa empat perda, tiga keputusan eksekutif/pergub, dua instruksi dan satu surat edaran.

“Baik dari segi dokumen pendukung maupun lainnya, alhamdulillah provinsi Jateng sampai saat ini masih yang terbaik. Pemprov Jateng berhasil menjadi juara satu Anugerah Paritrana dua kali berturut-turut sejak penghargaan ini digelar kali pertama tahun 2017,” terang Triyono.

Sebagai informasi, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo pada Juli 2018 lalu juga menerima Paritrana Award dari Wapres Jusuf Kalla di Sekretariat Wapres RI, Jakarta. Kala itu Pemprov Jateng berhasil menduduki juara I dengan menyisihkan Jawa Timur dan DKI Jakarta. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *