Penerapan Sistem Zonasi PPDB Seharusnya Justru 100 Persen

SEMARANG (Asatu.id) – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang menerapkan sistem zonasi menjadi polemik di beberapa provinsi, termasuk Jawa Tengah.  Sejumlah kalangan pendidikan juga mengapresiasi sekaligus mencoba memberi pandangan terhadap aturan itu.

Salah satunya adalah Ketua Dewan Pendidikan Jawa Tengah, Prof Rustono. Rektor Universitas Ivet Semarang itu berpandangan bahwa pemerintah malah seharusnya perlu menerapkan sistem zonasi 100% dalam PPDB. Dia beralasan hal itu agar pemerataan pendidikan bisa benar-benar tercapai.

“Karena jika terus dilakukan revisi zonasi jalur prestasi, malah akan mengembalikan adanya sekolah unggulan maupun sekolah favorit,” tegas Rustono, saat Diskusi Prime Topic bertajuk Menuju Pemerataan Kualitas Pendidikan di Noormans Hotel Semarang, Senin (24/6).

Apabila prestasi ditingkatkan sedangkan zonasi diturunkan, menurut Rustono, yang prestasi akan pindah dan kembali memunculkan adanya sekolah unggulan maupun sekolah favorit

Menurutnya, aturan zonasi yang ada sebelumnya sudah lengkap karena sudah mencakup siswa berprestasi. Namun belakangan banyak keluhan yang meminta jalur prestasi dirubah tidak hanya 5%. Dan, dalam revisi Permendikbud jalur prestasi ditambah menjadi 15%.

“Ke depan kalau zonasi bisa 100% akan bagus, asal tidak ada kegaduhan hingga ke atas. Dengan begitu, prestasi merata, kalau zonasi dikendorkan dengan prestasi, maka yang prestasi akan menuju ke sekolah lain, sehingga tidak kebagian prestasi,” tegasnya.

Rustono pun berharap, revisi jalur prestasi yang ditambah 15% di tahun 2019 ini bisa dilakukan peninjauan kembali. “Mudah-mudahan revisi ini akan direvisi kembali di tahun 2020. Dan semoga PPDB bisa 100 % zonasi. Seperti di Jepang, Jerman, dan Itali sudah menerapkan full zonasi,” ungkapnya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *