BPKP Acungi Jempol Capaian Laporan Keuangan Pemda di Jateng

SEMARANG (Asatu.id) – Sebanyak 25 pemerintah daerah (Pemda) di Jawa Tengah, sudah mencapai maturitas Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) pada level tiga. Pencapaian tersebut menunjukkan sudah terbangunnya infrastruktur pengendalian dan implementasinya.

“Selain infrastruktur, pengendalian dan implementasi yang sudah terbangun, prosesnya juga terdokumentasikan dengan baik,” kata Deputi Kepala BPKP Bidang Akuntan Negara, Drs Bonny Anang Dwiyanto CIA CFRA, saat acara Pelantikan Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Jateng, Salamat Simanullang, di Grhadhika Bhakti Praja, Senin (17/6).

Di hadapan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan Sekretaris Daerah Provinsi Jateng Sri Puryono, Bonny mengatakan, salah satu manfaat atau hasil implementasi SPIP yang baik adalah keandalan laporan keuangan. Berdasarkan data BPKP, dari 36 pemerintah daerah yang meliputi provinsi, kabupaten dan kota, 35 di antaranya mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Daerah tahun 2018.

Pencapaian opini WTP tersebut, menurutnya, menunjukkan jika laporan keuangan pemda di Jateng telah disusun sesuai standar akuntansi pemerintah Indonesia. Di samping itu, secara tidak langsung juga merepresentasikan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dan pelaporan keuangan pemerintah daerah.

“Capaian ini layak kita apresiasi dan syukuri sebagai hasil kerja bersama seluruh komponen pemerintah daerah di Jateng. Namun kami berharap capaian tidak membuat kita semua jadi terbuai dalam euforia keberhasilan,” pesan Bonny.

Ditambahkan, pemahaman tersebut perlu ditanamkan, karena dua alasan. Alasan pertama, opini atas laporan keuangan bukan sesuatu yang statis tapi bisa berubah sesuai dengan kondisi pengelolaan dan pelaporan keuangan daerah. Alasan kedua, opini atas laporan keuangan pemda hanya salah satu parameter dari pengelolaan pemerintahan secara keseluruhan.

Menanggapi itu, Gubernur Ganjar menyampaikan, capaian opini WTP di wilayahnya tiap tahun memang mengalami peningkatan. Namun masih ada satu pemda yang tertinggal. Dia berharap keberadaan Salamat Simanullang sebagai Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Jateng yang baru tetus memberikan pendampingan.

“Opini WTP di Jateng tiap tahun meningkat. Cuma kurang satu, yakni Brebes. Jadi, Pak Salamat (Kepala BPKP) selamat bertugas. Saya minta Brebes ikut didampingi. Insya Allah tahun 2020 Brebes sudah seperti daerah lainnya. Nanti akan kita dampingi pol-polan. Sedangkan yang lain juga jangan sampai menurun,” tandas mantan anggota DPR RI ini. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *