Pelatihan Penulisan Buku Ajar bagi Dosen Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Semarang

Dosen FTP dan Narasumber berfoto bersama di gedung V lantai 6 USM

SEMARANG (Asatu.id) – Bekerja sama dengan LP2MP Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Semarang (USM) gelar Pelatihan Penulisan Buku Ajar Bagi Dosen Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) , yang digelar selama dua hari yakni Jumat (14/6) dan Sabtu (15/6) di Gedung V Lantai 6 USM.

Hadir dalam kegiatan tersebut, seluruh dosen FTP dan beberapa narasumber dari LP2MP Undip yaitu Dr Ir Subandiyono MAppSc, Prof Ir Edy Rianto MSc PhD, Dr Bambang Cahyono, Dr Ir Setia Budi Sasongko DEA, Dr Ir Djoko Indrosaptono MT, Dr Ir Ratnawati MT, Prof Dr Iriyanto Widisuseno MHum, Dr Aris Triwiyatno ST MT.

Sementara itu, saat membuka kegiatan, Wakil Rektor II USM Dr Ir Sri Budi Wahjuningsih MP. Budi mengatakan bahwa kegiatan ini dapat menambah literatur atau referensi bagi mahasiswa, dan dapat menambah ilmu bagi dosen sehingga dapat berkembang mengikuti teknologi 4.0 yang sekarang ini berkembang sangat cepatnya sehingga diharapkan dosen dapat mengikuti perkembangan jaman dan selalu update atau mengetahui isu-isu terbaru.

Budi juga menekankan lagi bahwa kegiatan ini wajib bagi dosen FTP karena kegiatan ini merukapan workshop yang sangat penting.

“Harapannya kegiatan ini dapat dimanfaatkan dengang baik dan semoga dapat menjalin kerjasama dengan bidang yang lain juga serta dapat menambah pengetahuan khususnya FTP dan USM umumnya,” katanya.

Sementara itu, Narasumber dari LP2MP Undip Dr Ir Djoko Indrosaptono MT menyampaikan mengenai penulisan buku ajar agar berkelanjutan dimana buku tersebut sebagai ruh sehingga dosen wajib mempunyai buku ajar yang dapatr menjadi panduan bagi mahasiswa.

“Buku ajar didesain hari pertama adalah tetang teori dan diskusi. Kemudian hari yang kedua adalah praktek sehingga diharapkan setelah keluar dari sini tidak ada pentanyaan lagi .” tambahnya.

Dia mengungkap perbedaan bahan ajar dan buku ajar. Buku ajar formatnya lebih khusus dan rinci dan ada ciri khusus, yaitu peta kompetensi yang merupakan kor dari buku ajar sendiri, sedangkan bahan ajar tidak ada ciri khusus.

“Buku ajar diharapkan dapat mempermudah pembaca dan juga sesuai akan yang di maksudkan pembuat agar tidak terjadi kesalahan dalam pemahamannya,” imbuhnya.

Selain itu akan diberikan pula pelatihan template, presentasi mengenai resepsinya yaitu relevansinya, dan latihan membuat paragraf dan soal yang keduanya saling berkaitan satu sama lain sehingga dalam kurun waktu dua bulan dapat menghasilkan draf yang siap cetak. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *