Sebut Ekonomi Jateng Meningkat, Ganjar: Terimakasih Para Pemudik

YOGYAKARTA (Asatu.id) – Sejumlah pemudik asal Jawa Tengah sudah berangsur-angsur kembali ke tempat kerjanya masing-masing. Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengucapkan terimakasih kepada para pemudik, karena kepulangan mereka ke Jawa Tengah pada Lebaran tahun ini turut mendongkrak perekonomian masyarakat.

Hal itu disampaikan Ganjar saat ditemui usai menggelar open house Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) Yogyakarta, Minggu (9/6). Menurut Ganjar, tradisi mudik Lebaran cukup memberikan dampak pada peningkatan ekonomi masyarakat.

“Pasti memberikan dampak ekonomi, namun secara statistik nanti bisa diukur dari data Badan Pusat Statistik (BPS). Saya sendiri belum menghitung secara pasti, namun yang pasti mereka (pemudik) memberikan banyak dampak pada ekonomi masyarakat,” ucapnya.

Sebab, lanjut Ganjar, saat pemudik pulang ke kampung halaman, mereka pasti akan mengeluarkan sejumlah uang untuk membeli kebutuhan masing-masing. Para pedagang dipastikan mendapat berkah di hari lebaran ini, salah satunya dari para pemudik.

“Mereka kan kalau pulang kampung pasti belanja, membeli sesuatu seperti membeli oleh-oleh, beli baju, piknik ke tempat-tempat wisata, kulineran dan aktivitas lainnya. Akan banyak uang yang ditinggal para pemudik di Jateng, dan pasti itu akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi kita,” terangnya.

Ia sendiri akan memantau perkembangan data dari BPS terkait hitung-hitungan pertumbuhan ekonomi Jateng. Dalam 3-4 hari ke depan, harapannya sudah ada data pasti.

“Mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah keluar datanya, jadi harapannya sudah ada hitung-hitungan secara pasti. Tapi setidaknya, dari pengamatan saya, pasti mendorong pertumbuhan ekonomi Jateng,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Ganjar juga menitipkan pesan kepada warga Jateng yang kembali ke tempat kerjanya masing-masing usai mudik Lebaran tahun ini. Selain pesan untuk hati-hati di jalan, Ganjar juga berharap para pemudik dapat berbuat lebih untuk kemajuan Jawa Tengah.

“Buat para pemudik, kemarin panjenengan sudah melihat kampungnya masing-masing. Jadi tolong dilihat apa yang perlu dibantu untuk dikembangkan. Saatnya panjenengan yang menjadi Diaspora dan menjadi warga sukses untuk kembali ikut memikirkan kampungnya masing-masing. Berantas kemiskinan, berantas kebodohan, bantu kesehatan di kampungmu, agar tempat lahirmu menjadi maju,” tutupnya.

Sekadar diketahui, jumlah pemudik yang masuk ke Jawa Tengah pada Lebaran tahun ini diprediksi mencapai 8,6 juta jiwa. Jumlah itu meningkat 16 persen dari jumlah arus mudik pada lebaran tahun 2018 lalu.

Para pemudik sudah mulai masuk Jateng pada H-6 Lebaran atau pada Kamis (30/6) dan mencapai puncaknya H-4 dan H-3 Lebaran. Sementara puncak arus balik terjadi pada hari ini, Minggu (9/6) dengan jutaan kendaraan yang memadati jalan raya, stasiun, pelabuhan dan bandar udara. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *