Penerima Zakat Diharapkan Bisa Naik Kelas

SEMARANG (Asatu.id) – Panitia Amalan Ramadan Masjid Baiturrahman Semarang telah menerima zakat fitrah berupa beras sebanyak 627 kg. Sementara zakat fitrah berupa uang yang diterima sebesar Rp 52.667.000. Jumlah itu tercatat pada Selasa (4/6) petang.

Pada kegiatan Penyaluran Zakat Fitrah, di Masjid Raya Baiturrahman, Ketua Penyelenggara Panitia Amalan Ramadan Multazam Ahmad menyampaikan, seluruh zakat fitrah yang terkumpul, didistribusikan kepada para mustahiq yang datang langsung ke masjid maupun yang berada di sekitar masjid. Panitia menyediakan sebanyak 1.500 bungkus beras dengan berat masing-masing 2,5 kg.

Di samping zakat fitrah, Panitia Amalan Ramadan Masjid Raya Baiturrahman juga mengumpulkan zakat mal, shodaqoh, infaq dan fidyah. Perolehan masing-masing hingga pukul 17.00 WIB adalah Rp 146.418.180 untuk zakat mal, Rp 23.871.820 untuk shodaqoh, Rp 9.275.000 (infaq) dan Rp 18.110.000 (fidyah berupa uang), 27,5 kg (fidyah berupa beras). Total zakat, infaq dan shodaqoh berupa uang yang diterima panitia sebesar Rp 250.342.000

“Perolehan zakat, infaq, shodaqoh ini dibandingkan tahun lalu, naik cukup signifikan. Ini menandakan jiwa sosial masyarakat Jawa Tengah juga semakin baik,” tuturnya.

Jumlah penerimaan zakat, infaq dan shodaqoh ini masih akan terus bertambah hingga menjelang sholat id nanti. Per pukul 19.50 WIB, total jumlah zakat, infaq, shodaqoh dan fidyah yang dikelola sudah mencapai Rp 265.447.000

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sri Puryono KS,  memberikan zakat fitrah secara simbolis kepada beberapa mustahiq pada kesempatan tersebut. Kepada para penerima zakat, dia meminta agar tertib dalam mengantri pemberian zakat. Panitia sudah menyiapkan beras dalam jumlah yang cukup.

“Yang menerima zakat tidak usah rebutan. Insyaa Allah semua kebagian. Sehingga di Hari Raya Idul Fitri dapat merasakan kebahagiaan yang sama,” pesannya.

Ditambahkan, dia tidak ingin masyarakat yang hari ini menerima zakat, terus mendapatkan zakat. Sebab, ayah dua anak itu berharap, ada di antara mereka yang bisa naik kelas.

“Besok panjenengan sedaya kulo harapkan saged meningkat statusnya. Yaitu bukan lagi sebagai penerima zakat tapi pemberi zakat,” pungkasnya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *